Misteri Amblas Jembatan dan Rumah di Amurang-Sulut: Abrasi atau Likuifaksi?

Amblas jembatan dan sejumlah rumah di kompleks Kambiow, Kelurahan Lewet dan Uwuran, Kecamatan Amurang akibat abrasi atau likuifaksi?

Editor: lodie tombeg
Kolose tangkapan layar video FB/Ist
Jembatan amblas di kompleks Tugu I'am Amurang pada Rabu (15/6/2022) pukul 14.20 Wita. Peristiwa diduga akibat abrasi, ada juga spekulasi likuifaksi. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Manado - Amblas jembatan dan sejumlah rumah di kompleks Kambiow, Kelurahan Lewet dan Uwuran, Kecamatan Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara masih misteri. Akibat abrasi atau likuifaksi?

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengungkapkan dugaan awal penyebab abrasi air laut hingga amblas jembatan dan rumah di kompleks Tugu I'am Amurang pada Rabu (15/6/2022) pukul 14.20 Wita.

Ada juga dugaan amblas jembatan dan rumah di Amurang lantaran likuifaksi seperti peristiwa di Palu Sulawesi Tengah.

Menurut Kepala Pusat Meteorologi Maritim Eko Prasetyo, pihaknya menduga abrasi air laut itu terjadi lantaran adanya penurunan tanah di wilayah tersebut.

"(Dugaan ini) belum menjadi kesimpulan, bisa jadi itu adalah penurunan tanah karena proses intrusi air laut yang masuk ke daratan," ujarnya, saat dihubungi oleh Kompas.com (17/6/2022).

Kendati demikian, Eko memastikan bahwa bencana abrasi air laut ini tidak berkaitan langsung dengan fenomena Supermoon yang terjadi pada Selasa (14/6/2022) lalu.

"Ini sebenarnya tidak terkait langsung dengan fenomena Supermoon karena itu adalah suatu proses yang terakumulasi oleh satu kejadian sebelumnya," jelasnya.

Bangunan ambles di kompleks Tugu I'am Amurang pada Rabu (15/6/2022) pukul 14.20 Wita. Peristiwa diduga akibat abrasi, ada juga spekulasi likuifaksi.
Bangunan amblas di kompleks Tugu I'am Amurang pada Rabu (15/6/2022) pukul 14.20 Wita. Peristiwa diduga akibat abrasi, ada juga spekulasi likuifaksi. (Kolose TribunGorontalo.com/FB/ist)

Berdasarkan analisis sementara dari BMKG, saat abrasi terjadi kondisi cuaca di daerah tersebut tampak baik dan tidak sedang hujan deras.

Bahkan, Eko mengatakan bahwa tidak ada terjangan gelombang pasang. "Pasang surut (air laut) juga masih dalam fluktuasi, tidak ada rob atau tidak ada banjir pesisir," imbuhnya.

Sebelumnya, pihak BMKG memberikan peringatan dini bagi wilayah yang berpotensi terjadi banjir rob. Namun, daerah Minahasa Selatan tidak termasuk ke dalam wilayah yang terdampak banjir rob.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved