Rakernas Partai Nasdem

Rachmat Gobel Masuk Bursa Capres dari Nasdem, Ini Profil Lengkapnya

Nama Rachmat Gobel masuk bursa calon presiden (capres) tahun 2024 dari Partai Nasdem.

Editor: Lodie Tombeg
Kompas.com
Ketua DPR Puan Maharani (kanan) mengacungkan palu disaksikan Wakil Ketua M Aziz Syamsuddin (kiri), Sufmi Dasco Ahmad (kedua kiri), Rachmat Gobel (ketiga kiri), dan Muhaimin Iskandar (keempat kiri). Rachmat Gobel masuk bursa capres dari Nasdem. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Nama Rachmat Gobel masuk bursa calon presiden (capres) tahun 2024 dari Partai Nasdem.

Pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Nasdem, Kamis (16/6/2022), Rachmat Gobel diusung menjadi capres oleh sejumlah Dewan Pimpinan Wilayah (DPW).

Termasuk DPW Nasdem Gorontalo yang mengusung Rachmat Gobel sebagai capres pada Pemilihan Presiden 2024.

Siapa sosok Rachmat Gobel? Dikutip dari wikipedia.org, pemilik nama lengkap Dr (HC) H Rachmat Gobel tercatat lahir 3 September 1962 adalah pengusaha dan politisi Indonesia kelahiran Jakarta, berkebangsaan Indonesia.

Ia merupakan generasi kedua dari keluarga Gobel yang mengendalikan perusahaan National Gobel Group yang didirikan oleh ayahnya, Thayeb Mohammad Gobel.

National Gobel Group sekarang telah berganti nama menjadi Panasonic Gobel Group.

Keluarga besar Gobel berasal dari Gorontalo, Sulawesi. Gobel merupakan keturunan langsung dari Sultan Ibrahim Duawulu atau dikenal dengan nama Raja Hubulo dari Kesultanan Bolango, Gorontalo yang bergelar "Ti Aulia Salihin" (Sang Aulia yang taat menjalankan syariat agama Islam).

Semasa hidupnya, Raja Hubulo merupakan Ulama sekaligus Sultan yang disegani karena tidak mau tunduk pada penjajah kolonial dan teguh dalam dakwah menyebarkan agama Islam di Gorontalo hingga meluas ke wilayah Semenanjung Utara, Sulawesi.

Dari perjuangannya tersebut kemudian menginspirasi lahirnya Pondok Pesantren Hubulo di Tapa, Gorontalo pada tahun 1987.

Pada 26 Oktober 2014, ia ditunjuk oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo untuk menjadi Menteri Perdagangan sejak 27 Oktober 2014 hingga 12 Agustus 2015 dalam Kabinet Kerja Periode 2014 - 2019. Pada 1 Oktober 2019, ia dilantik menjadi Wakil Ketua DPR RI.

Rachmat Gobel adalah anak kelima dan putra laki-laki pertama dari pasangan Alm. Drs H Thayeb Mohammad Gobel dan Almh Annie Nento Gobel.

Alm Drs H Thayeb Mohammad Gobel disamping pendiri dari Kelompok Usaha Gobel, adalah juga perintis industri elektronika di Indonesia.

Jiwa kepemimpinan dan kewibawaan yang dimiliki oleh Rachmad Gobel tidak datang secara tiba-tiba.

Sedari kecil ia telah dididik untuk menjadi pewaris dan pemimpin dari perusahaan Kelompok Usaha Gobel, yang didirikan dan dipimpin oleh Alm Drs H Thayeb Mohammad Gobel, ayahandanya.

Dari usia muda, ayahnya telah menanamkan prinsip kerja keras.

Pada masa liburan sekolah, setiap pagi Rachmad diperintahkan berangkat mengikuti latihan bekerja di pabrik sehari penuh, mengikuti ritme hidup sebagaimana layaknya seorang karyawan pabrik.

Pada saat itulah, ayahnya mulai mengajaknya berdiskusi dan bertukar pikiran mengenai berbagai macam persoalan di seputar dunia usaha.

Setelah tamat dari Sekolah Menengah Atas di Jakarta pada 1981, Rachmad Gobel - atas kemauannya sendiri - memilih untuk melanjutkan kuliahnya di Jepang ketimbang di Amerika Serikat.

Chuo University di Tokyo,Jepang, menjadi tempat pilihan dirinya dalam menimba ilmu.

Keputusan tersebut diambilnya dengan pertimbangan, bahwa dengan belajar di Jepang dirinya tidak hanya akan mendapatkan ilmu, namun juga dapat mempelajari bahasa dan budaya Jepang.

Hal ini tentunya akan memperlancar komunikasi dan hubungan dengan rekan utama bisnis Kelompok Usaha Gobel, yaitu Matsushita Group (sekarang Panasonic Group), yang berasal dari negeri matahari terbit itu.

Satu setengah tahun pertama di Jepang, Rachmad Gobel mendalami bahasa negara itu. Empat tahun kemudian ia berhasil menyelesaikan kuliahnya pada jurusan Perdagangan Internasional.

Setelah itu ia memutuskan untuk menjalani praktik kerja di kantor pusat Matsushita Group, yang terletak di kota Osaka.

Selama dua tahun ia menjalani praktik kerja tersebut dan ditempatkan di berbagai divisi dalam group tersebut.[9][10]

Pada masa menjalani praktik kerja inilah, Drs H Thayeb Mohammad Gobel menghadap sang Khalik tepatnya pada tanggal 21 Juli 1984, dan Rachmad Gobel dipanggil kembali ke tanah air untuk melepas kepergian ayahnya.

Musibah tersebut datang beberapa hari setelah peresmian berdirinya Yayasan Pendidikan Matsushita Gobel (sekarang Yayasan Matsushita Gobel), yang merupakan impian almarhum yang baru tercapai.

Karier

Panasonic Gobel Indonesia

Pada tahun 1989, Rachmad Gobel secara tetap kembali ke Indonesia dan langsung menduduki posisi Asisten Presiden Direktur di PT. National Gobel (sekarang PT. Panasonic Manafacturing Indonesia).

Perusahaan ini merupakan perusahaan joint venture pertama antara pihak Jepang dengan Indonesia di bidang industri manufaktur elektronika, yang berdiri pada tahun 1970.

Pada tahun 1991 Rachmad secara resmi diangkat menjadi anggota Dewan Direksi yang memiliki kewenangan penuh atas perencanaan manajemen perusahaan.

Ia terus berupaya ‘mempertahankan’ perusahaan warisan ayahnya ini. Ia bukan saja mengelola bisnisnya agar tetap bertahan di tengah masa krisis, namun juga berusaha membangun perusahaan sekaligus membangun tempat kerja bagi banyak orang.

Berbekal filosofi pohon pisang dari ayahnya dan filosofi air mengalir dari keran dari Konosuke Matsushita, rekan kerja ayahnya dan juga pendiri Panasonic Corporation - Jepang.

Rachmat mampu mejalankan bisnis warisan itu dengan baik. Sehingga, perusahaannya mampu berkembang dan menciptakan berbagai produk yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan pasar.

Pada tahun 1993, ia diangkat menjadi Wakil Presiden Direktur PT National Gobel (sekarang PT. Panasonic Manufacturing Indonesia) dan Presiden Direktur PT. National Panasonic Gobel (sekarang PT Panasonic Gobel Indonesia) yang merupakan perusahaan joint venture khusus didirikan untuk menangani pemasaran dan penjualan barang-barang elektronika merek "National – Panasonic - Technic" (sekarang “Panasonic”).

Sejak tahun 2002 Rachmad menjabat sebagai Komisaris PT. National Gobel (sekarang PT. Panasonic Manufacturing Indonesia), sedangkan jabatan Komisaris Utama PT. Panasonic Gobel Indonesia diembannya sejak tahun 2004.

Pada awal tahun 90-an, di saat pertumbuhan ekonomi Indonesia sedang tumbuh dengan pesat, Rachmad Gobel melihat adanya peluang untuk melakukan ekspansi Kelompok Usaha Gobel dengan dimotori oleh perusahaan-perusahaan Matsushita – Gobel (sekarang Panasonic – Gobel).

Ekspansi tersebut didasari atas pertimbangan untuk mengembangkan usaha-usaha yang tadinya hanya berorientasi lokal menjadi juga berorientasi ekspor, seiring dengan kebijakan pemerintah saat itu.

Rachmad Gobel juga aktif terlibat menggalakkan pembinaan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM).

Atas peran aktif, kesungguhan sikap dan upaya menyukseskan pembinaan serta pengembangan Koperasi dan UKM, pada tanggal 1997 Departemen Koperasi dan Pembinaan Pengusaha Kecil RI menganugerahkan penghargaan “Bakti Koperasi dan Pengusaha Kecil”.

Di saat krisis multi dimensi melanda Indonesia tahun 1998, banyak kelompok perusahaan besar terpuruk. Hanya segelintir perusahaan yang bisa bertahan dan berkembang pada masa krisis tersebut, yaitu mereka yang punya keuletan dan ketrampilan manajemen, serta visi ke depan. Kelompok Usaha Gobel, yang dipimpin oleh Rachmad Gobel merupakan salah satu di antaranya.

Sebagai bukti nyata, perusahaan induk PT. Gobel International dan Matsushita Electric Industrial Co.,Ltd. (perusahaan induk Matsushita Group, sekarang Panasonic Group), pada masa krisis itu justru setuju dan sepakat untuk memperpanjang perjanjian kerja sama joint venture–nya, di bawah bendera PT. National Gobel (sekarang PT Panasonic Manafacturing Indonesia).

Hal ini menunjukkan komitmen dan rasa saling percaya yang luar biasa, di antara keduanya.

Rachmad tidak hanya menuangkan pikiran dalam kegiatan usaha. Sejak 1999 dia mulai aktif di asosiasi pengusaha, saat dipercaya sebagai Ketua Umum Gabungan Perusahaan Industri Elektronika Indonesia (GABEL) periode 1998 – 2003 dan 2003 – 2009.

Pada 2010 terpilih sebagai Ketua Umum Federasi Asosiasi-asosiasi Industri Berbasis Elektronika dan Telematika (F-GABEL) untuk periode 2010 – 2014.
Kamar Dagang Industri Indonesia

Pada 2002, Ketua Umum Kadin Indonesia yang ketika itu dipegang oleh Aburizal Bakrie mempercayai Rachmad Gobel untuk duduk sebagai Ketua Kadin Indonesia Bidang Industri Logam, Mesin, Kimia dan Elektronika.

Ketika pergantian kepemimpinan Kadin Indonesia kepada Ketua Umum Mohamad Suleman Hidayat pada Februari 2004, Rachmad tetap dipercaya untuk memegang jabatan strategis sebagai Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia - Koordinator Bidang Industri, Teknologi dan Kelautan periode 2004-2008.

Pada masa kepemimpinan kedua, Ketua Umum Mohamad Suleman Hidayat, masih mempercayai Rachmad untuk menjabat Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia - Koordinator Bidang Perindustrian, Riset dan Teknologi periode 2008-2010.

Sejak pertama aktif di Kadin Indonesia, Rachmad banyak melakukan kunjungan ke sentra industri di berbagai daerah. Kunjungan ini tidak hanya untuk mengetahui secara langsung permasalahan yang dihadapi oleh para pelaku industri setempat, tetapi sekaligus mencarikan jalan pemecahannya.

Bahkan sejak 2006, Rachmad Gobel mulai mendorong tradisi baru bersama Ketua Umum Kadin Indonesia Mohamad Suleman Hidayat, menggelar serangkaian roundtable discussion dengan asosiasi-asosiasi industri untuk menyusun VISI 2030 dan RoadMap 2010 Industri Nasional.

Melalui visi ini diharapkan dapat diciptakan komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan, untuk meningkatkan Daya Saing Industri Nasional. VISI 2030 dan RoadMap 2010 Industri Nasional, telah diperbaharui menjadi RoadMap 2015.

Saat ini Rachmad Gobel menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia - Koordinator Bidang Infrastruktur dan Ketua DPN Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO).

Pada 2008, secara mengejutkan, Rachmad Gobel dipercaya menjadi mitra strategis Qatar Telecom (Qtel), saat perusahaan Timur Tengah ini mengakuisisi saham PT. Indosat Tbk.

Ini prestasi tersendiri, karena kepercayaan itu memberi dia akses lebih luas untuk menggalang jaringan bisnis di tingkat internasional.

Pada tanggal 19 Agustus 2009, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menganugerahkan gelar “Perekayasa Utama Kehormatan dalam Bidang Teknologi Manufaktur” kepada Rachmad Gobel, atas penilaian lembaga ini terhadap pikiran dan tenaganya yang secara konsisten mendorong pengembangan teknologi industri manufaktur di tanah air.

Pada tanggal 22 Desember 2009, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI menganugerahkan penghargaan “BNSP - Competency Award”, atas perannya yang signifikan sebagai tokoh masyarakat dalam menggerakkan, membangun dan meningkatkan kompetensi bangsa.

Sejak 2010 hingga saat ini Rachmad Gobel secara konsisten menyuarakan pentingnya teknologi, industri & produktivitas hijau, melalui serangkaian diskusi/seminar dan kunjungan-kunjungan lapangan yang digelar oleh Yayasan Matsushita Gobel, bekerjasama dengan Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI).

Pada tanggal 19 April 2009, Asian Productivity Organization (APO), Tokyo, Jepang, menganugerahkan '"Asian Productivity Organization Regional Award" kepada Rachmad Gobel, atas penilaian lembaga ini terhadap kontribusinya dalam mendorong peningkatan produktivitas sektor industri di Indonesia, serta peranannya yang signifikan sebagai pemimpin sektor swasta dalam memperkenalkan pembangunan berkelanjutan melalui produktivitas hijau dan mendorong terjalinnya kemitraan strategis di Asia – Pasific.

Pada tanggal 20 Mei 2010 Rachmad mendapat kepercayaan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai salah satu anggota Komite Inovasi Nasional (KIN), suatu komite yang tugasnya membantu Presiden dalam rangka memperkuat sistem inovasi nasional dan mengembangkan budaya inovasi nasional.

Pada tanggal 25 Januari 2012 Rachmad Gobel terpilih sebagai ketua Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) periode 2012-2015.Pada tahun 2012, Rachmad Gobel memperoleh “Special Achievement Award for Extraordinary Leadership and Personal Commitment to Energy Saving and Industry” dari Majalah bisnis dan ekonomi Warta Ekonomi, atas prestasi dan kontribusi positifnya dalam memasyaratkan kegiatan hemat energi, serta pemanfaatan energi baru dan terbarukan.

Rachmad juga mempunyai perhatian yang luas pada pengembangan sumber daya manusia. Melalui Yayasan Masushita Gobel telah memberikan kontribusi untuk pendidikan tehnik dan kewirausahaan tenaga kerja industri di Indonesia.

Yayasan ini berperan sebagai think thank/pusat kajian bagi industri dan mampu berkembang hingga pada tingkatan regional, khususnya dalam mendorong terwujudnya pemerataan ilmu dan pengalaman, guna peningkatan kapabilitas centers of excellence di kawasan ASEAN.

Kegiatan ini mendapatkan dukungan penuh dari METI (Ministry of Economy, Trade and Industry) Jepang.

Atas peran sertanya tersebut, pada tahun 2002 Rachmad Gobel mendapat anugerah Honorary Doctorate Degree, dari Takushoku University, Tokyo, Jepang.

Jaringannya yang luas di kalangan dunia usaha Jepang dan Indonesia, menempatkan Rachmad Gobel sebagai Ketua Umum Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Jepang (PPIJ) sejak 2006.

Pada tahun 2013, Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA menganugerahkan “ANTARA Achievement Award”, sebagai tokoh penting atas terbinanya hubungan baik Indonesia-Jepang.

Hal ini terus berlanjut. Atas kontribusinya dalam mempererat persahabatan Indonesia–Jepang dan meningkatkan kesejahteraan kedua bangsa, pada tahun 2014 Rachmad Gobel mendapat anugerah Honorary Doctorate Degree dari Chuo University, Tokyo, Jepang.

Hingga kini dia juga tercatat masih terlibat aktif dalam berbagai macam kegiatan sosial kemasyarakatan, terutama pada bidang yang terkait pada upaya peningkatan kecerdasan bangsa, peningkatan produktivitas tenaga kerja seperti menjadi Ketua Umum Persatuan Alumni dari Jepang (PERSADA) serta Ketua Umum Yayasan Melati-Sakura (YMS), dan juga bidang kemanusiaan sebagai Wakil Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI).

Pendidikan

- Doktor Kehormatan dari Chuo University, Tokyo, Jepang (2014)

- Doktor Kehormatan dari Takushoku University, Tokyo, Jepang (2002)

- On-the-Job Training, Matsushita Electric Industrial Co., Ltd. Headquarters and Divisions, Osaka, Japan (1988/1989).

- Sarjana Ilmu Perdagangan Internasional, Chuo University, Tokyo, Jepang (1987).

Jabatan dalam Organisasi

Profesi

Komite Inovasi Nasional

2010 – sekarang: Anggota.

Majelis Wali Amanat (Board of Trustees) Millenium Challenge Account Indonesia (MWA MCA-Indonesia)

2012– sekarang: Anggota,mewakili dunia usaha.

Kamar Dagang dan Industri Indonesia

2013 - sekarang: Wakil Ketua Umum, Koord. Bid. Infrastruktur,

2010 – 2013: Wakil Ketua Dewan Penasehat,

2008 – 2010: Wakil Ketua Umum, Koord. Bid. Industri, Riset & Teknologi,

2004 – 2008: Wakil Ketua Umum, Koord. Bid. Industri, Teknologi & Kelautan,

2002 – 2004: Ketua, Koord. Bid. Industri, Logam, Mesin, Kimia & Elektronika,

1999 – 2001: Ketua, Kompartemen Elektronika.

Kadin Indonesia Komite Kerjasama Ekonomi Indonesia – Jepang (IJEC)

2008 – 2010: Ketua Dewan Pembina,
2004 – 2008: Ketua Dewan Pembina.

DPN APINDO (Asosiasi Pengusaha Indonesia)

2011 – 2013: Ketua.

Tim HLNS (Hutang Luar Negeri Swasta )/Tim Radius

1997/1998: Anggota.

METI (Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia)

2012 - 2015: Ketua Umum,

FGABEL (Federasi Asosiasi-asosiasi Industri Berbasis Telematika & Elektronika)

2010 – sekarang: Ketua Umum.

GABEL (Gabungan Perusahaan Industri Elektronika)

2009 – sekarang: Ketua Dewan Penasehat,
2003 – 2009: Ketua Umum,
1998 - 2003: Ketua Umum.

6th ECO PRODUCT INTERNATIONAL FAIR /2010 – Jakarta

2010 : Ketua Panitia Penyelenggara.

Kabinet Kerja

2014 - 2015: Menteri Perdagangan

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved