Melirik Konsep Eco Pesantren yang Digagas Unas
Konsep ini diluncurkan Pusat Pengajian Islam Universitas Nasional (Unas), Jakarta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/16062022_Ilustrasi-Pesantren.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Konsep Eco Pesantren baru saja diluncurkan. Konsep ini untuk mengintegrasikan ajaran Islam dan ilmu pengetahuan (science).
Konsep Eco Pesantren diluncurkan Pusat Pengajian Islam Universitas Nasional (Unas), Jakarta.
Salah satu kegiatan dalam eco pesantren ini, adalah melakukan tracking untuk Eco Pesantren percontohan. Dilaksanakan di 50 pesantren di wilayah Sumatera dan Jawa.
Program Eco Pesantren dikembangkan dengan tujuan khusus meningkatkan kesadaran generasi muda muslim dalam mewujudkan Islam yang membawa rahmat bagi semesta alam.
Sekaligus menjawab tantangan yang dihadapi dunia Islam pada saat ini yaitu perubahan iklim dan pencemaran lingkungan.
Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki keanekaragaman hayati terbesar di dunia.
Namun saat ini tengah mengalami ancaman kerusakan lingkungan dan rentan terhadap dampak perubahan iklim.
Penelitian yang dilakukan oleh Pew Research Center, menyebutkan 85 persen dari populasi masyarakat dunia terafiliasi pada tradisi agama, budaya dan adat.
Sayangnya, keterlibatan komunitas agama belum menampakkan peran yang begitu pentingnya dalam menjawab tantangan ini.
Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Waryono Abdul Ghofur dalam keterangan tertulis kepada TribunGorontalo.com menjelaskan, sebagai lembaga pendidikan tertua dengan jumlah mencapai 37.000 yang tersebar di seluruh Indonesia, pondok pesantren mempunyai peran yang sangat strategis.
Terutama dalam mendorong terjadinya perubahan perilaku di masyarakat, terutama untuk menjaga kelangsungan hidup di muka bumi.
“Penandatangan kerja sama program Eco Pesantren pada hari ini antara Kementerian Agama dan Universitas Nasional merupakan bentuk nyata dari upaya para pihak dalam mewujudkan cita-cita tersebut, khususnya untuk menjawab hal-hal sederhana seperti pola hidup yang bersih dan higienis, serta program aksi yang selaras dengan alam.,” jelas Waryono pada Rabu (15/6/2022).
Ketua PPI Unas, Fachruddin Mangunjaya menjelaskan, program Eco Pesantren dikembangkan untuk melaksanakan sunnah Rasulullah SAW, bahwa di manapun mereka berada, umat Islam akan menjadi rahmat bagi alam dan lingkungannya.
Pada tahun Agustus 2015 telah dikeluarkan Deklarasi Islam untuk Perubahan Iklim Global (Islamic Declaration on Global Climate Change) di Istanbul, Turki.
Deklarasi itu membawa mandat kepada semua muslim untuk bekerja sama dalam upaya penanggulangan perubahan iklim, kerusakan lingkungan, dan kehilangan keanekaragaman hayati.
“Selama ini telah banyak pondok pesantren yang menunjukkan prestasi dalam menjaga lingkungan hidup dan patut diapresiasi tetapi ada pula yang mempunyai keinginan untuk memulai dan belajar,” ungkap dia.
Program eco pesantren dikembangkan untuk menjembatani hal itu. Eco Pesantren akan menjadi program unggulan dalam mendorong peran dunia pendidikan Islam ke depan bukan hanya di Indonesia tetapi ke seluruh dunia Islam (Muslim World).
Wakil Rektor Universitas Nasional Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni Dr. Suyono Effendi, SE, MBA menyambut baik kerjasama ini yang merupakan tanggung jawab perguruan tinggi sebagai sebagai pusat pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.
Dia menghargai peran Pusat Pengajian Islam (PPI-UNAS) untuk mengambil inisiatif dalam mengembangkan program Eco Pesantren melalui dukungan dari hibah John Templeton Foundation.
Eco Pesantren akan dilaksanakan melalui pendidikan dan pelatihan dan web tracking yang menjadi alat untuk mengukur kapasitas pesantren dalam membangun sumber daya pesantren yang hijau, mandiri, dan ramah dengan lingkungan. (*)