Rabu, 11 Maret 2026

Reshuffle Kabinet

Sosok Tiga Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju yang Baru Dilantik Jokowi

Presiden Joko Widodo melantik tiga wakil menteri di Istana Negara, Rabu (15/6/2022) siang.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Sosok Tiga Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju yang Baru Dilantik Jokowi
Kolose menteri dan wamen/tribunnews
Zulkifli Hasan (kiri atas), Hadi Tjahjanto (kiri bawah), Afriansyah Noor (kanan atas), John Wempi Watipo (kanan tengah), dan Raja Juli Antoni (kanan bawah). Dua menteri dan tiga wakil menteri baru yang dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Rabu (15/6/2022). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Presiden Joko Widodo melantik tiga wakil menteri di Istana Negara, Rabu (15/6/2022) siang.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor, Wakil Menteri Dalam Negeri John Wempi Watipo dan Wakil Menteri ATR/BPN Raja Juli Antoni.

Ada dua nama menteri baru di Kabinet Jokowi, Kabinet Indonesia Maju. Yakni Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan sebagai Menteri Perdagangan.

Dan Hadi Tjahjanto sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional.

Selain itu, ada tiga nama wakil menteri baru yang juga dilantik di hari yang sama.

Raja Juli Antoni

Lalu siapa sosok Raja Juli Antoni, anggota Partai Solidaritas Indonesia yang kini sudah menjadi bagian Kabinet Indonesia Maju?

Raja Juli Antoni lahir pada 13 Juli 1977 di Pekanbaru, Riau.

Pria berusia 44 tahun tersebut menjabat sebagai Sekretaris Dewan Pertimbangan DPP PSI.

Sebelum bergabung dengan PSI, dia merupakan politikus PDIP (2009-2014).

Dikutip dari situs www.rajajuliantoni.com, Toni merupakan lulusan IAIN (sekarang UIN) Jakarta pada tahun 2001 dengan menulis penelitian berjudul Ayat-ayat Jihad: Studi Kritis terhadap Penafsiran Jihad sebagai Perang Suci.

Tahun 2004 Toni mendapat beasiswa Chevening Award untuk studi master di The Department of Peace Studies, The University of Bradford, Inggris.

Pada tahun 2010 dengan beasiswa dari Australian Development Scholarhip (ADS), meneruskan studi doctoral di School of Political Science and International Studies, the University of Queensland, Australia.

Dengan menyelesaikan studinya, Toni kini memiliki gelar PhD.

Masih dalam laman yang sama, Toni menjadi Direktur Eksekutif MAARIF Institute (2005-2009).

Sekarang menjadi Direktur eksekutif The Indonesian Institute (TII).

Raja Juli Antoni juga aktif menulis berbagai Media Nasional.

Pada tahun 2015, Raja Juli pernah mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah.

Dikutip dari Tribunnews.com, Raja Juli memilih mundur dan tak melanjutkan proses pencalonan.

"Saya merasa terhormat dicalonkan menjadi salah seorang kandidat PP Muhammadiyah. Tapi pada periode ini saya mohon maaf tidak bisa meneruskan pencalonan ini. Saya memilih berdakwah melalui partai politik dengan mendirikan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Saya akan berusaha melaksanakan spirit dakwah amar makruf nahi mungkar Muhammadiyah melalui jalur struktural," ungkap mantan direktur eksekutif Maarif Institute yang biasa disapa Toni ini.

Toni yang merupakan mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM) ini mengatakan sebagai kader ia paham bahwa salah satu kekuatan Muhammadiyah adalah kesadaran Muhammadiyah secara institusional menjaga jarak yang sama (political disengagement) dengan partai politik apapun.

Dengan demikian dakwah Muhammadiyah dapat terus berlangsung dan memiliki kekuatan moral yang independen untuk bekerja sama maupun mengkritik pemerintah.

"Saya berharap Muhammadiyah terus menjadi Islamic civil society yang independen yang membantu pemerintah mendidik dan mensejahterkan rakyat," tegas Sekjen PSI ini.

Kini Raja Juli telah resmi dilantik oleh Presiden Jokowi sebagai Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional pada Rabu (15/6/2022).

Wempi Wetipo

Dilansir laman resmi Kementerian PUPR, pu.go.id, Wempi Wetipo lahir di Hulakaima, Papua pada 1972.

Wempi diketahui menjalani pendidikan S1 di Fakultas Hukum Universitas Cendrawasih pada tahun 2011.

Kemudian ia melanjutkan pendidikan S2 di Fakultas Hukum Universitas Cendrawasih pada tahun 2013.

Wempi mengawali kariernya di politik dengan menjadi PNS Kabupaten Jayawijaya, pada tahun 1996-1998.

Wempi selanjutnya dipercaya untuk menjabat sebagai Kepala Seksi Promosi dan Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua tahun 1998 -2006.

Selain itu Wempi juga pernah menjabat sebagai Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua tahun 2006-2008.

Sebelum bergabung dalam Kabinet Indonesia Maju, Wempi menjabat sebagai Bupati Jayawijaya selama dua periode.

Yakni periode 2008-2013 dan periode 2013-2018.

Dilansir Kompas.com, Wempi ternyata pernah mencalonkan diri sebagai Gubernur Papua pada tahun 2018.

Pada saat itu Wempi berpasangan dengan Habel Meluas Suwae.

Sayangnya Wempi dikalahkan dengan kandidat petahana yakni Lukas Enembe yang berpasangan dengan Klemen Tinal.

Wempi dan Habel hanya mendapat suara sebanyak 32,46 persen.

Sementara, Lukas Enembe meraih suara lebih banyak yaitu 67,54 persen suara.

Jokowi Lantik 2 Menteri dan 3 Wakil Menteri yang Baru

Diwartakan Tribunnews.com, Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi melantik menteri baru dalam rangka perombakan kabinet (reshuffle) Indonesia Maju pada Rabu (15/6/2022) di Istana Negara, Jakarta.

Pelantikan tersebut dihadiri oleh ketua umum partai politik (parpol) seperti Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem) Surya Paloh.

Serta Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa, dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan atau Zulhas.

Acara pun berlanjut dengan pelantikan menteri baru yang dilakukan oleh Jokowi dengan diawali menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Kemudian acara pun berlanjut dengan pembacaan Keputusan Presiden Nomor 64 B Tahun 2022 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Negara Kabinet Indonesia Maju Periode 2019-2024 oleh Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kemensetneg, Nanik Purwanti.

Dalam putusan tersebut, Zulhas menggantikan Muhammad Lutfi sebagai Menteri Perdagangan (Mendag) dan Hadi Tjahjanto sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertahanan Nasional (Menteri ATR/BPN) menggantikan Sofyan Djalil.

Selain itu Jokowi juga mengangkat jabatan wakil menteri yaitu Wempi Wetipo menjadi Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Afriansyah Noor sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Raja Juli Antoni sebagai Wakil Menteri ATR/BPN (Wamen ATR/BPN).

Acara pun berlanjut dengan pengambilan sumpah yang dipimpin oleh Jokowi dan diikuti oleh menteri dan wakil menteri yang telah dipilih.

“Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-selurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara.”

“Bahwa saya dalam menjalankan tugas dan jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,” kata Jokowi yang diikuti oleh menteri dan wakil menteri terpilih.

Afriansyah Noor

Dikutip dari laman Partai Bulan Bintang, Afriansyah lahir di Jambi, 20 April 1972.

Afriansyah merupakan lulusan SD Negeri 5 Lubuk Linggau tahun 1984.

Kemudian lulus dari SMP Negeri 3 Lubuk Linggau 1987 dan SMA Negeri 4 Jambi 1990.
Afriansyah kemudian melanjutkan kuliah di Institut Sains dan Teknologi Nasional dan lulus pada 1997.

Dia menikah dengan sang istri yang bernama Lin Nurhayani dan dikaruniai empat anak.

Yakni Putri Ariska Anggraini Noor, Akmal Farhansyah Razzak, Lutfia Nur Hasna Rahmatika, dan Putra Ramzzysyah Noor Razak.

Riwayat Karier

Tahun 1996 ia pernah menjadi pengawas proyek PT Nusa Raya Cipta.

Tahun 1998-2000 Afriansyah kemudian pernah menjadi direktur di sejumlah perusahaan.

Direktur Operasional PT Harna Ruas Permai (1998-2000);

Direktur Marketing PT Yosinesta Dwipratama (2004), Direktur Operasional PT. Kamba 9. (2004-2005);

Direktur Operasional PT Georai Pratama (2005);

Direktur Pengamanan Aset & Penertiban DP3KK (Badan Pengelola Komplek Kemayoran) (2005-2008).

Afriansyah bergabung dengan PBB sejak 1998.

Ia merupakan salah satu orang kepercayaan Ketua Umum PBB, Yusril Ihza Mahendra, dengan menduduki posisi Sekretaris Jenderal PBB periode 2019-2024.

Dia juga empat kali menjadi calon anggota legislatif untuk Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Pada Pemilu 2019 sebagai caleg dari daerah pemilihan (Dapil) Sumatera Selatan I.

Jokowi Lantik 2 Menteri dan 3 Wakil Menteri

Diwartakan Tribunnews.com, dalam pelantikan menteri dan wamen baru dihadiri oleh sejumlah ketua umum partai politik (parpol).

Yakni Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto; Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar; Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri; dan Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem), Surya Paloh.

Serta Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto; Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Suharso Monoarfa; dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan atau Zulhas.

Acara pun berlanjut dengan pelantikan menteri baru dengan diawali menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Kemudian acara pun berlanjut dengan pembacaan Keputusan Presiden Nomor 64 B Tahun 2022 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Negara Kabinet Indonesia Maju Periode 2019-2024 oleh Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kemensetneg, Nanik Purwanti.

Menteri:

Menteri Perdagangan: M Lutfi diganti Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan;

Menteri ATR/BPN: Sofyan Djalil diganti Mantan Panglima TNI Hadi Tjahjanto.

Wakil Menteri:

1) Dewan Pembina PSI Raja Juli Antoni sebagai Wakil Menteri ATR/BPN;

2) Sekjen PBB Afriansyah Nor sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan;

3) John Wemi Watimpo sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri, sebelumnya menjabat Wamen PUPR.

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul PROFIL Afriansyah Noor, Elite PBB yang Kini Dilantik Jadi Wamenaker

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved