Politisi PDIP Desak Reshuffle Kabinet, Airlangga: Tanyakan ke Bapak Presiden
Desakan reshuffle kabinet semakin mengencang. Politisi PDIP Masintom Pasaribu meminta Presiden Joko Widodo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/130622-Jokowi.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Desakan reshuffle kabinet semakin mengencang. Politisi PDIP Masintom Pasaribu meminta Presiden Joko Widodo mengganti menteri yang hanya sibuk 'nyapres'.
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto memberikan tanggapan atas kabar perombakan (reshuffle) kabinet yang disebut akan dilakukan pada 15 Juni 2022.
Airlangga mengaku tidak mendapatkan bocoran terkait reshuffle kabinet para menteri Jokowi.
"Wah enggak ada. Kita enggak ada. Tidak ada bocoran. Tidak ada," ujar Airlangga usai menghadiri rapat terbatas evaluasi PPKM di Istana Kepresidenan, Senin (13/6/2022).
Saat ditanya soal larangan menteri-menteri ke luar daerah sebelum 15 Juni pun dirinya menyatakan bukan merupakan ranah dirinya sebagai menteri.
"Sebaiknya ditanyakan ke Bapak Presiden. Bukan domain kami," ungkap Airlangga.
Tetapi, dia menyebutkan siap bekerja dengan seluruh kabinet jika nanti ada reshuffle. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menanggapi isu reshuffle kabinet.
Hal itu disampaikannya menjawab pertanyaan wartawan usai meresmikan masjid At-Taufiq di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (8/6/2022) sore. "Belum, belum (belum reshuffle)," jawabnya singkat.
Saat ditanya lebih lanjut apakah reshuffle tetap akan dilaksanakan dalam waktu dekat, Jokowi tidak menjawab.
Presiden kemudian berjalan menuju mobil dinas dan beranjak meninggalkan halaman Masjid At-Taufiq.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Praktikno sebelumnya memberikan tanggapan soal kabar yang beredar perihal perombakan kabinet.
Kabar itu menyebutkan, perombakan kabinet akan dilakukan Presiden Jokowi pada 15 Juni 2022.
Saat itu, Pratikno menjawab pertanyaan wartawan usai mengikuti rapat di Komisi II DPR pada Kamis (2/6/2022).
Dia tidak membantah maupun membenarkan informasi reshuffle.
Hanya saja, Pratikno mengungkapkan akan ada bocoran dari Istana jika sudah ada jadwal pasti mengenai perombakan Kabinet Indonesia Maju.
Adapun kabar mengenai perombakan kabinet sejatinya sudah mulai berembus sejak Maret 2022.
Singgung Menteri Jokowi Kebelet "Nyapres"
Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Masinton Pasaribu menyinggung adanya menteri Kabinet Indonesia Maju yang berambisi maju di pemilu presiden (Pilpres) 2024.
Ia menilai, menteri tersebut harus segera diganti agar tak mengganggu jalannya pemerintahan Presiden Joko Widodo.
"Ada menteri yang pengin nyalon (mencalonoan diri sebagai presiden), kebelet nyalon," kata Masinton dalam sebuah diskusi daring, Sabtu (11/6/2022).
Masinton tak menyebut sosok menteri yang dia maksud.
Namun, katanya, menteri tersebut bukan berasal dari kalangan partai politik.
Ambisi menteri itu untuk menjadi calon presiden, kata Masinton, nampak dari foto dirinya yang dipajang di banyak tempat.
Masinton menyayangkan langkah menteri tersebut yang memilih memamerkan kenarsisannya, alih-alih prestasi dia dalam menangani persoalan negara.
"Sudah kebelet nyalon, sudah mengunakan seluruh sumber daya itu, bahkan sumber dana itu kegiatan-kegiatan yang menopang kenarsisannya tadi untuk nyalon, padahal nggak ada partai politknya," ujar Masinton.
"Kalau ketua umum partai politik kita bisa memahami. Itu loh, memahami bahwa ada tugas dari partainya dan dia tidak memanfaatkan, jaringan yang digunakan jeringan partainya gitu. Orang ini nggak punya partai, majang foto di mana-mana," tuturnya.
Masinton mengatakan, saat ini Indonesia tengah menghadapi banyak persoalan, mulai dari kelangkaan dan kenaikan harga minyak goreng, hingga naiknya harga pupuk.
Oleh karenanya, seharusnya para menteri fokus untuk bekerja, bukan malah mengampanyekan diri demi kepentingan politik pribadi.
Kendati reshuffle atau perombakan Kabinet Indonesia Maju merupakan kewenangan presiden, kata Masinton, Jokowi perlu segera mencopot menterinya yang berambisi untuk maju di pilpres.
"Iya harus lah ya (dicopot), harus ya, itu tadi supaya fokus. Terus kemudian, jangan juga nanti kementerian masuk itu malah nggak fokus lagi, malah memanfaatkan buat kampanye lagi," kata anggota Komisi XI DPR RI itu.
Sebagaimana diketahui, kabar reshuffle Kabinet Indonesia Maju kembali berembus beberapa waktu belakangan.
Isu ini timbul tenggelam sejak Partai Amanat Nasional (PAN) bergabung dengan pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin akhir Agustus 2021.
Namun, hingga kini, belum ada satu pun kader PAN yang diberi kursi menteri.
Sempat beredar kabar bahwa Jokowi akan mengumumkan reshuffle pada pertengahan Juni ini. Namun, hal itu telah dibantah presiden.
"Belum, belum (belum reshuffle)," katanya usai meresmikan masjid At Taufik di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (8/6/2022) sore.
Saat ditanya lebih lanjut apakah reshuffle tetap akan dilaksanakan dalam waktu dekat, Jokowi tidak menjawab. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Soal Isu "Reshuffle" 15 Juni, Airlangga: Kita Tidak Ada Bocoran"