Jumat, 6 Maret 2026

Umumkan Pensiun, Menpora Amali Berikan Jaket kepada Greysia Polii

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali turut hadir dalam acara perpisahan Greysia Polii.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Umumkan Pensiun, Menpora Amali Berikan Jaket kepada Greysia Polii
Dok Kemenpora
Menpora Zainudin Amali saat memberika jaket yang ia kenakan kepada Greysia Polii di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (12/6/2022). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali turut hadir dalam acara perpisahan Greysia Polii yang telah memutuskan pensiun di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (12/6/2022).

Dalam kesempatan tersebut, Menpora Amali menceritakan bagaimana perjuangan Greysia selama menjadi pebulutangkis profesional.

Mulai dari kejadian Olimpiade London hingga diterpa cedera.

Greysia yang punya jiwa kegigihan tinggi pun akhirnya mulai banyak meraih prestasi membanggakan salah satunya medali emas Olimpiade Tokyo 2020.

"Perjuangan Greysia luar biasa, sempat tercoret Olimpiade London 2012 tapi dia rcovery. Kemudian di Inceon Asian Games dia buktikan, dia Greysia Polii pantang menyerah, pantang mundur hingga bisa mempersembahkan emas untuk kontingen Indonesia. Luar biasa," kata Menpora dalam kata sambutannya.

"Tidak behenti di situ, Greysia Polii terus buktikan, pada Olimpiade Tokyo 2020, medali emas dibawa Greysia. Sempat diterpa cedera tapi dia patang menyerah, pantang mundur dan membuktikan dia seorang atlet profesional," lanjutnya.

Kegigihan dan jiwa kepemimpinan Greysia pun diharapakan bisa menjadi contoh para pebulutangkis lainnya.

Sehingga kedepan akan banyak Greysia lainnya yang bermunculan.

Lebih lanjut Menpora turut menceritakan perjuangan yang dilakukan Greysia dalam mengharumkan Indonesia telah mendapatkan perhatian besar dari pemerintah, menjadi ASN di Kemenpora.

Dengan begitu, Menpora mengatakan tak perlu ada kekhawatiran untuk menjadi atlet setelah pensiun nanti.

"Walaupun dia sudah istiahat dari dunia keprofesionalan bulutangkiis tapi dia masih jadi bagian dari kami karena Greysia adalah ASN di Kemenpora. Jadi jaminan masa purna prestasinya terjamin karena perintah Pak Presiden semua atlet beprestasi ditawarkan jadi ASN di Kemenpora, demikian sekolahnya kalau mau atlet yang bepretasi lanjutkan kami akan fasilitasi di PTN sbagai contoh Apriyanj jadi mahasiswa Universitas Negeri Surabaya," terang Menpora.

"Jadi atlet adalah kebanggaan jangan pernah berpikir jadi atlet akan terlantar,"

"Terima kasih Greysia, atas nama Bapak Presiden Joko Widodo mengucapkan terima kasih kepada Greysia yang telah mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional," ujarnya.

Terakhir sebagai penutup, Menpora Zainudin Amali secara spontan memberikan jaket yang ia kenakan kepada Gresysia.

Hal itu ia lakukan sebagai apresiasi tinggi atas perjuangan Greysia selama ini.

"Saya tidak bisa beri apa-apa, tapi ini mungkin bisa jadi berharga dan disimpan. Jaket yang saya kenakan akan saya berikan kepada Greysia Polii sebagai kenangan sumur hidup," pungkas Menpora yang disambut tepuk tangan para penonton di Istora Senayan.

Greysia Polii atau sering dipanggil dengan nama Greys (lahir 11 Agustus 1987) adalah mantan pemain bulu tangkis ganda Indonesia pada nomor ganda putri.

Atlet berdarah Minahasa ini adalah putri dari pasangan Willy Polii dan Evie Pakasi.

Ia mulai bergabung di tim Piala Uber Indonesia sejak tahun 2004 dan juga tahun 2008.

Greysia dan Apriyani Rahayu saat ini merupakan juara bertahan Olimpiade setelah mereka memenangkan nomor ganda putri pada Olimpiade Musim Panas 2020.

Ia dan Apriyani menjadi atlet putri asal Indonesia ketiga dan keempat yang memenangkan medali emas dalam ajang Olimpiade setelah Susi Susanti pada 1992 dan Lilyana Natsir pada 2016.

Greysia juga menjadi peraih medali emas bulu tangkis putri tertua pada ajang Olimpiade, dengan usia 33 tahun dan 356 hari.

Prestasi

- Olimpiade

- Kejuaraan Dunia BWF

- Pesta Olahraga Asia

- Kejuaraan Asia

- Pesta Olahraga Asia Tenggara

- Kejuaraan Dunia Junior IBF

- Kejuaraan Asia Junior

- Tur Dunia BWF (6 gelar, 2 runner up)

- Superseries BWF (3 gelar, 6 runner up)

- Grand Prix BWF (5 gelar, 6 runner up)

Greysia Polii dalam acara bertajul Greysia Polii Testimonial Day di Social Garden Senayan City Jakarta, Jumat (3/6/2022)
Greysia Polii dalam acara bertajul Greysia Polii Testimonial Day di Social Garden Senayan City Jakarta, Jumat (3/6/2022) (Tribunnews.com/Alfarizy AF)

Kehidupan awal

Dikutip dari wikipedia.org, Greysia Polii lahir di Jakarta dari pasangan berdarah Minahasa, Willy Polii dan Evie Pakasi. Ia merupakan anak ketiga dari lima bersaudara.

Ia tinggal di Jakarta hingga ayahnya meninggal dunia saat ia berusia 2 tahun.

Greysia kemudian pindah ke Manado, tempat ia menghabiskan masa kecilnya.

Ia tertarik untuk bermain bulu tangkis akibat pengaruh dari kakaknya, dan juga dari mantan atlet bulu tangkis nasional Indonesia Deyana Lomban.

Bakat bulu tangkisnya mulai muncul ketika ia berusia enam tahun.

Pada 1995, ia dan ibunya pindah ke Jakarta untuk mendapatkan pelatihan dan kesempatan bermain bulu tangkis yang lebih baik.

Ia kemudian bergabung ke klub bulu tangkis Jaya Raya Jakarta.

Ia mengidolakan Susi Susanti dan Zhang Ning.

Saat ia menjadi anggota klub, Retno Koestijah menyadari bahwa Greysia yang saat itu berusia 14 tahun memiliki bakat untuk menjadi atlet ganda.

Retno memindahkan Greysia dari pemain tunggal ke ganda.

Keputusan tersebut membuahkan hasil yang baik hingga Greysia bergabung ke tim nasional bulu tangkis pada 2003.

Karier

2003–2005: Awal karier dan gelar Kejuaraan Nasional

Greysia memulai karirnya sebagai atlet ganda putri dan campuran. Ia dipasangkan dengan Heni Budiman dan berhasil mencapai tahap semifinal pada turnamen Malaysia Satellite 2003.

Ia juga memenangkan gelar Kejuaraan Nasional Bulu Tangkis bersama Heni. Mereka mengalahkan pasangan dari Kalimantan Timur, Indarti Issolina dan Angeline de Pauw, dengan skor 8–15, 15–8, 15–7.

Pada 2004, Greysia membantu tim nasional junior untuk mendapatkan medali perunggu pada nomor beregu putri Kejuaraan Bulu Tangkis Junior Asia dan beregu campuran Kejuaraan Dunia Junior.

Ia juga mendapatkan medali perak pada nomor ganda campuran bersama Muhammad Rijal dan medali perunggu pada nomor ganda putri bersama Heni Budiman.

Ia memulai debutnya bersama tim nasional di Piala Uber pada 2004, ketika tim tersebut berhasil mencapai tahap perempat final.

2006–2008: Gelar Grand Prix Dunia

Greysia mengawali musim 2006 dengan bertanding di ajang All England. Ia yang saat itu berpasangan dengan Jo Novita kalah ketika melawan unggulan ketiga dari Tiongkok, Yang Wei dan Zhang Jiewen.

Pada Mei, Greysia dan Jo Novita memenangkan gelar Grand Prix Dunia IBF pertamanya pada ajang Filipina Terbuka.

Dalam ajang tersebut, ia mengalahkan musuh senegaranya, Endang Nursugianti dan Rani Mundiasti, dua gim sekaligus dengan skor 21–16, 21–13.

Ia juga bertanding di nomor ganda campuran bersama Muhammad Rijal, tetapi kalah di babak semifinal ketika melawan pasangan dari Thailand, Sudket Prapakamol dan Saralee Thungthongkam.

Dalam ajang Indonesia Terbuka yang diselenggarakan di Surabaya, Greysia dikalahkan oleh pasangan Zhao Tingting di nomor ganda putri dan campuran.

Pada Juni, ia mencapai babak semifinal di nomor ganda campuran dan perempat final di nomor ganda putri dalam ajang Singapura Terbuka.

Dalam tur Asia Timur yang digelar pada Juli–Agustus, pencapaian tertingginya adalah menjadi finalis dalam ajang Korea Terbuka saat ia dan Jo Novita dikalahkan oleh pasangan Yang Wei dan Zhang Jiewen dengan skor 10–21, 11–21.

Bersama Jo Novita, ia terkualifikasi dalam Kejuaraan Dunia yang diselenggarakan di Madrid. Pasangan tersebut dikalahkan pada babak ketika oleh unggulan pertama dari Tiongkok, Gao Ling dan Huang Sui.

Dalam ajang Jepang Terbuka, ia bertanding di nomor ganda putri bersama Jo Novita dan ganda campuran bersama Muhammad Rijal.

Pada nomor ganda campuran, ia dikalahkan oleh pasangan yang menjuarai Olimpiade, Zhang Jun dan Gao Ling, dengan skor 16–21, 22–20, 7–21.

Pada November, pasangan Greysia-Jo yang saat itu menjadi unggulan kedua berhasil mencapai babak semifinal Denmark Terbuka. Dalam babak tersebut, mereka dikalahkan oleh pasangan dari Polandia Kamila Augustyn dan Nadieżda Kostiuczyk dengan skor 13–21, 21–19, 19–21.

Pada Desember, ia mewakili Indonesia dalam Pesta Olahraga Asia 2006 di Doha.

Dalam gelaran tersebut, ia dan pasangannya gagal menyumbangkan poin untuk tim dan regu Indonesia gagal mencapai babak semifinal.

Karena cedera yang dialami oleh Jo Novita saat pertandingan melawan Malaysia dalam pertandingan beregu, Greysia dipasangkan dengan Pia Zebadiah Bernadeth untuk pertandingan individual.

Pasangan tersebut kalah dalam babak kedua ketika melawan pasangan dari Jepang, Miyuki Maeda dan Satoko Suetsuna.

Ia dan Jo Novita mengakhiri musim 2006 sebagai pasangan ganda putri peringkat ke-9 dunia.

Greysia mengawali musim 2007 dengan bertanding di Malaysia Terbuka bersama pasangan barunya, Vita Marissa.

Pasangan tersebut mencapai babak final, tetapi dikalahkan oleh pasangan yang meraih juara dunia tiga kali, Gao Ling dan Huang Sui.

Pelatih ganda putri saat itu, Aryono Miranat, menganggap pasangan baru ini memiliki prospek yang baik sehingga memutuskan untuk melanjutkannya.

Dalam turnamen-turnamen selanjutnya, pasangan tersebut mencapai babak semifinal di Swiss Terbuka dan perempat final di All England dan Singapore Open.

Di Swiss, Greysia juga mencapai babak final dalam nomor ganda campuran dengan pasangan Muhammad Rijal.

Pada Juni, ia menjadi bagian dari tim Piala Sudirman Indonesia yang berhasil meraih peringkat kedua. Pada Juli, Greysia kembali dipasangkan dengan Jo Novita yang baru pulih dari cedera.

Keduanya kembali bertanding dalam ajang Thailand Terbuka, China Masters, dan Filipina Terbuka.

Hasil terbaiknya saat itu ialah mencapai babak semifinal di Filipina setelah mengalahkan unggulan ketiga dari Tiongkok, Yang Wei dan Zhao Tingting, dengan skor 25–23, 24–22.

Pada Agustus 2007, Greysia bertanding di Kejuaraan Dunia BWF dalam nomor ganda putri dan campuran.

Pada babak kedua nomor ganda putri, ia terpaksa berhenti di tengah pertandingan karena mengalami cedera pada ligamen lutut kanannya.

Hasil terbaiknya dalam tur Eropa yang diselenggarakan pada Oktober–November ialah mencapai babak semifinal dalam ajang Prancis Terbuka.

Greysia dan Jo Novita berhasil memenangkan Kejuaraan Nasional Bulu Tangkis yang digelar di Solo.

Kemenangan tersebut mempertahakan gelar Juara Nasional yang diraih Greysia saat masih berpasangan dengan Heni Budiman.

Pada Desember, ia tergabung dalam regu bulu tangkis Indonesia untuk Pesta Olahraga Asia Tenggara di Nakhon Ratchasima, Thailand. Dalam gelaran tersebut, Greysia meraih medali perak dan berkontribusi atas kemenangan Indonesia di cabang olahraga bulu tangkis beregu.

Pada paruh pertama musim 2008, Greysia dan dua pasangan bertandingnya, Jo Novita dan Muhammad Rijal, tidak mencapai hasil yang memuaskan.

Capaian terbaiknya saat itu di nomor ganda putri adalah mencapai babak perempat final dalam ajang Jerman Terbuka, All England, Indonesia Terbuka, dan Kejuaraan Asia.

Sementara itu di nomor ganda campuran, ia mencapai babak perempat final di Korea, Jerman, dan India.

Pada Mei 2008, Greysia tergabung dalam tim Piala Uber Indonesia yang berhasil meraih posisi kedua.

Greysia kemudian dipasangkan dengan Nitya Krishinda Maheswari di nomor ganda putri dan Flandy Limpele di nomor ganda campuran.

Bersama pasangan barunya, ia berhasil mencapai babak semifinal di nomor ganda putri dalam ajang Denmark Terbuka, mengalahkan unggulan ke-7, Cheng Shu dan Zhao Yunlei, di babak kedua.

Ia juga mencapai babak perempat final di nomor ganda campuran dalam ajang Jepang Terbuka dan Tiongkok Masters.

Meskipun tidak berpasangan dengan Jo Novita sejak pertengahan tahun, keduanya terkualifikasi untuk bertanding dalam Final Superseries Masters di Kota Kinabalu, Malaysia.

Keduanya berhasil mencapai babak semifinal, sebelum dikalahkan oleh rekan senegaranya, Liliyana Natsir dan Vita Marissa, dengan skor 19–21, 17–21.[40]

2008–Sekarang

Pada pertengahan tahun 2008, ia mulai berpasangan dengan Nitya Krishinda Maheswari karena usia Jo Novita yang tidak lagi muda dan tidak bisa diharapkan membangkitkan prestasi di sektor ganda putri dengan Greysia Polii lagi.

Di awal tahun 2009, prestasi Greysia Polii dengan Nitya belum menunjukkan prestasi, apalagi dengan hengkangnya Vita Marissa dari pelatnas, maka pelatnas membutuhkan kekuatan di sektor ganda putri.

Salah satu faktor yang mendorong pencarian kekuatan di sektor ganda putri karena pada tahun itu, akan diselenggarakan Sudirman Cup di Guangzhou, Tiongkok.

Pada saat mengikuti turnamen Singapura Terbuka, Greys menunjukkan banyak peningkatan, yang tak diduga sebelumnya ia melaju sampai perempat final dan mengalahkan pemain No. 1 dunia pada saat itu, Wong Pei Tty/Chin Eei Hui dari Malaysia.

Ia pun lolos ke final setelah mengalahkan ganda putri No. 9 dunia Lena Frier Kristiansen/Kamilla Rytter Juhl dari Denmark, tetapi kejutan itu tidak berlanjut di Final karena kalah dari pemain Tiongkok yang sebelumnya pernah mengalahkan Greysia/Nitya di All England, yaitu Zhang Yawen/Zhao Tingting.

Indonesia akhirnya bisa memiliki ganda putri kelas dunia setelah berakhirnya ganda putri Vita Marissa/Liliyana Natsir, mendampingi Shendy Puspa Irawati/Meiliana Jauhari.

Greysia/Meiliana kala itu masuk dalam pemain 10 besar dunia.

Pada Januari 2013, Greys dipasangkan dengan Anggia Shitta Awanda, Runner Up WJC 2011 di sektor Ganda Putri, Greys/Anggia berhasil menembus Babak Kedua All England.

Pada Mei 2013, Greys kembali dipasangkan dengan mantan pasangannya, Nitya Krishinda Maheswari, Pasangan ini tampil menggebrak dengan langsung juara di turnamen pertamanya, SGC Thailand Open GP Gold, menembus Perempatfinal Djarum Indonesia Open Superseries Premier dan Semifinal Singapore Open Superseries.

Pada tahun 2014, Greysia/Nitya meraih medali emas di cabang bulu tangkis nomor ganda putri perorangan di Asian Games 2014 yang diselenggarakan di Incheon, Korea Selatan.

Pada tahun 2017, Greysia mulai dipasangkan dengan Apriyani Rahayu. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Menpora Amali Berikan Jaket yang Dikenakannya Kepada Greysia Polii

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved