Jumlah Keluarga Sehat di Gorontalo Masih Rendah, Ini Angkanya
Padahal menurut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Yana Yanti Suleman, Program Indonesia....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/08062022_Ilustrasi-Keluarga.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Indeks keluarga sehat di Gorontalo terbilang rendah.
Dari data dinas kesehatan setempat, baru ada 41.518 keluarga yang berkategori sehat.
Itupun, baru sekitar 235.587 keluarga yang telah dikunjungi oleh petugas dari 295.763 sasaran keluarga.
Padahal menurut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Yana Yanti Suleman, Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) sudah berjalan lima tahun.
Seharusnya sudah mencapai target yang diharapkan.
“Ketika belum ada yang optimal tentunya kita ingin kegiatan ini terlaksana bukan hanya sekedar terlaksana, kita analisa bukan hanya dianalisa kita harus mencapai apa yang kita inginkan bersama yaitu Indonesia ataupun Gorontalo Sehat,” kata dr Yana.
Ia pun berharap agar hasil pertemuan Analisis Hasil PIS-PK Terintegrasi Program Tingkat Provinsi Gorontalo, Selasa (07/06/2022) di Hotel Elmadina, Kota Gorontalo itu, menjadi dasar dalam pelaksanaan program.
“Kita berharap semua bisa mendengar dan kemudian mengambil hikmahnya mengambil hal yang positif untuk kemudian dilaksanakan di Dinas Kesehatan maupun Puskesmas masing-masing, ”ucapnya.
Syukri J. Botutihe, Asisten I Bidang Provinsi Gorontalo mendorong Puskesmas diperluas.
“Fungsi kita perkuat kalau tidak out mereka kita susah mencapai target program Indonesia Sehat khususnya di Provinsi Gorontalo”, pungkas Syukri.
Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) dilaksanakan untuk menunjang terlaksananya Program Indonesia Sehat khususnya pada seluruh keluarga di wilayah kerja Puskesmas. Kegiatannya dilaksanakan dengan cara mendatangi rumah atau kunjungan secara langsung dengan keluarga.
Dalam Program PIS-PK ada 12 indikator kesehatan yang harus dicapai oleh masyarakat yaitu sebagai berikut :
- Keluarga mengikuti program KB (Keluarga Berencana)
- Persalinan Ibu di fasilitas pelayanan kesehatan
- Bayi mendapatkan imunisasi dasar lengkap
- Bayi mendapatkan ASI eksklusif
- Pertumbuhan balita dipantau
- Penderita TB Paru berobat sesuai standar
- Penderita Hipertensi berobat teratur
- Penderita gangguan jiwa berat diobati dan tidak ditelantarkan
- Anggota keluarga tidak ada yang merokok
- Keluarga sudah menjadi anggota JKN
- Keluarga memiliki akses/ menggunakan air bersih
- Keluarga memiliki akses/ menggunakan jamban keluarga. (*)