Wanita Gorontalo Tewas di Tangan Suami
Cemburu Buta Picu Pembunuhan di Gorontalo, Psikolog Jelaskan Alasannya
Dari keterangan polisi, bahwa emosi Fandi diduga karena cemburu buta dengan Popin.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Karena emosi yang tak terkontrol, menyebabkan Fandi rela menghabisi nyawa istrinya, Popin Ali atau Popi Qaeli di Kediamannya di Perumahan Altira, Telaga, Gorontalo.
Dari keterangan polisi, bahwa emosi Fandi diduga karena cemburu buta dengan Popin.
Sebab, usia istri yang terpaut 11 tahun dengannya itu, kerap bertingkah aneh.
Bertingkah aneh menurut polisi, adalah sikap Popin yang menurut pengakuan Fandi kerap mengganti kata sandi ponsel.
Terlebih Popin juga katanya kerap buka facebook.
David M. Buss, seorang profesor ilmu psikologi di University of Texas mengatakan, cemburu adalah emosi yang harus diwaspadai.
Sebab sudah puluhan tahun, perasaan cemburu menjadi pemicu utama kasus pembunuhan di seluruh dunia.
Kata dia, orang yang mengalami perasaan cemburu, akan selalu merasa curiga pada pasangannya.
Parahnya, orang yang kerap cemburu, justru mudah melakukan kekerasan kepada pasangannya.
Dari sisi pasangan, biasanya yang dicemburui akan mengalami tekanan.
Aktivitasnya akan selalu dicurigai. Temannya bisa berkurang dan privasinya hilang.
Tidak cuma rentan menyakiti pasangannya, pencemburu tidak jarang juga menyakiti dirinya.
Karena pada dasarnya mereka mengalami tekanan psikis, selalu merasa cemas, dan stres. Tidak jarang, perasaan ini memicu pembunuhan.
''Pria dan wanita mungkin sama-sama cemburu, tetapi peristiwa yang memicu kecemburuan berbeda,'' tulis Dr. Buss dalam ''The Dangerous Passion: Why Jealousy Is as Necessary as Love and Hate.'' (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/08072022_Ilustrasi-Penganiayaan_.jpg)