Korban Investasi Bodong DNA Pro Ajukan Permohonan Ganti Rugi ke LPSK

Para korban robot trading DNA Pro mengajukan permohonan restitusi pengembalian kerugian ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Editor: Fajri A. Kidjab
Kompas.com
Tersangka kasus penipuan via aplikasi robot trading DNA Pro Akademi, Daniel Abe, dalam konferensi pers pengungkapan kasus DNA Pro di Lobi Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (27/5/2022). (Sumber: Kompas.com) 

TRIBUNGORONTALO.COM - Para korban robot trading DNA Pro mengajukan permohonan restitusi pengembalian kerugian ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Mereka menuntut kerugian materi yg dialami mendapat ganti rugi.

Kuasa hukum korban DNA Pro Zainul Arifin, yang mewakili para kliennya kini sudah tahap penyempurnaan berkas permohonan restitusi pengembalian kerugian di LPSK.

"Upaya yang kami lakukan untuk mengembalikan kerugian para korban DNA Pro salah satunya mengajukan restitusi kepada LPSK, yang nantinya LPSK dapat mengusulkan ke JPU untuk mengajukan kerugian para korban di dalam surat dakwaan penuntutan JPU," ujar Zainul Arifin, melansir Tribunnews, Selasa (31/5/2022).

Zainal mengatakan, pihaknya siap berkoordinasi dengan penyidik, guna memberi informasi barang bukti milik tersangka.

Pihak kepolisian pun memberi angin segar terkait pengembalian dana para korban.

Hingga saat ini, polisi telah memblokir 64 rekening tersangka penipuan DNA Pro.

Total uang yang diamankan kurang lebih Rp105,5 miliar. (*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved