Liga Champions

Tiga Alasan Liverpool dan Madrid Tak Bisa Kalahkan

Sejumlah alasan yang mendukung Real Madrid untuk mengalahkan Liverpool pada final Liga Champions 2021-2022.

Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Tiga Alasan Liverpool dan Madrid Tak Bisa Kalahkan
GERARD JULIEN/AFF
BERTEMU LAGI- Jurgen Klopp dan Carlo Ancelotti akan bertemu lagi di laga final Liga Champions yang mempertemukan antara Liverpool dan Real Madrid di Paris pada Minggu (29/5/2022). 

TRIBUNGORONTALO.COM - Sejumlah alasan yang mendukung Real Madrid untuk mengalahkan Liverpool pada final Liga Champions 2021-2022.

Real Madrid dan Liverpool tinggal selangkah lagi untuk mengangkat trofi Si Kuping Besar.

Kedua tim akan beradu dalam laga final di Stade de France, Sabtu (28/5/2022).

Bagi Madrid, kemenangan menjadi harga mati demi menyudahi puasa juara kompetisi Eropa yang sudah berlangsung selama empat tahun.

Kali terakhir Los Blancos menjadi kampiun Liga Champions adalah pada 2017–2018 dengan mengalahkan Liverpool pada pertandingan final.

Berikut ini tiga alasan yang bisa bikin Real Madrid unggul atas Liverpool:

FAKTOR CARLO ANCELOTTI

Kehadiran Carlo Ancelotti di kursi pelatih bisa menjadi senjata penting bagi Real Madrid untuk menghadapi final.

Pasalnya, nakhoda asal Italia itu punya trek rekor apik di laga puncak Liga Champions.

Dari empat kali mencicipi atmosfer final, Ancelotti cuma satu kali gagal membawa timnya keluar sebagai juara.

Momen kegagalan tersebut terjadi saat Ancelotti mendampingi AC Milan dalam final edisi 2004-2005 melawan Liverpool.

Kala itu, mentas di Istanbul, Rossoneri asuhan Ancelotti tumbang lewat adu penalti setelah bermain imbang 3-3 selama 120 menit.

SI RAJA FINAL

Jangan lupakan fakta bahwa Real Madrid sangat berpengalaman dalam menghadapi final kompetisi tertinggi atarklub Eropa.

Sejak Piala Champions berubah format menjadi Liga Champions mulai edisi 1992-1993, mereka tujuh kali mentas di partai puncak dan tak pernah sekalipun kalah.

Lalu bagaimana catatan Liverpool?

Dalam periode serupa, Si Merah empat kali lolos ke final dengan dua kali menderita kekalahan, salah satunya saat jumpa Madrid musim 2017-2018.

AWAS BENZEMA GALAK

Karim Benzema seperti sedang mengaktikan mode 'galak'.

Di Liga Champions musim ini, dia menguasai puncak daftar top scorer lewat torehan 15 gol dari 11 kali kesempatan tampil.

Gol-gol Benzema pun kerap menjadi momentum penentu bagi Si Putih.

Benzema mengukir trigol yang menentukan kemenangan 3-1 Madrid atas Paris Saint-Germain pada leg kedua babak 16 besar.

Sang bomber membuat hattrick lagi sewaktu Madrid melumat Chelsea dengan skor yang sama dalam leg pertama perempat final.

Lalu, pada pertandingan kedua kontra The Blues, Benzema menyumbang satu gol untuk menyegel kemenangan agregat 5-4 bagi Madrid.

Peran krusial Benzema kembali muncul dalam leg kedua semifinal melawan Manchester City.

Kala itu, dia mencetak gol penalti pada babak perpanjangan waktu untuk membawa Madrid meraih kemenangan 3-1.

3 Alasan Real Madrid Tak Bisa Kalahkan Liverpool

Ada sejumlah alasan yang mendukung Liverpool untuk mengalahkan Real Madrid pada final Liga Champions 2021-2022.

Real Madrid dan Liverpool tinggal selangkah lagi untuk mengangkat trofi Si Kuping Besar.

Kedua tim akan beradu dalam laga final di Stade de France, Sabtu (28/5/2022).

Beberapa kalangan menilai Liverpool punya kekuatan sangat mumpuni untuk membawa pulang gelar Liga Champions.

"Ini adalah tim terbaik yang pernah saya lihat bermain dengan seragam merah," ucap mantan striker Liverpool, Michael Owen.

Kekaguman terhadap Liverpool juga diutarakan oleh Rio Ferdinand.

"Ini adalah tim Liverpool terbaik yang pernah saya lihat," ujar mantan bek Manchester United itu.

Berikut ini tiga alasan yang bisa bikin Liverpool unggul atas Real Madrid:

SEMANGAT BALAS DENDAM

Liverpool turun ke laga final dengan mengusung semangat balas dendam atas Madrid.

Pada partai puncak edisi 2017-2018, The Reds gagal membawa pulang trofi Si Kuping Besar akibat kekalahan 1-3 dari Los Blancos.

Momen pahit tersebut dijadikan pembakar semangat oleh juru gedor andalan Liverpool, Mohamed Salah.

Terlebih, ketika jumpa Madrid dalam final empat tahun lalu, dia tak bisa bermain penuh akibat cedera.

"Jujur, saya ingin bermain melawan Madrid," ucap Salah.

"Karena kami kalah di final melawan mereka, saya ingin bermain melawan mereka, dan semoga kami menang," kata eks bintang AS Roma itu.

Hal senada diungkapkan Adrian selaku kiper pelapis Liverpool.

"Ada banyak hasrat untuk balas dendam," kata dia.

"Saya datang (ke Liverpool) setelah final di Kyiev, tetapi Anda bisa merasakan keinginan, terutama karena kondisi dalam pertandingan tersebut. Mo Salah cedera dan menantikan final," tutur Adrian.

KERAN GOL SUSAH TERTUTUP

Keran gol Liverpool di Liga Champions musim ini seakan sulit untuk tertutup.

Mereka menjadi tim kedua paling produktif berkat raihan 30 gol dari penyisihan grup sampai semifinal.

Koleksi gol Liverpool cuma kalah dari Bayern Muenchen (31).

Adapun jumlah gol Real Madrid adalah 28 buah.

AWAS ADA MOHAMED SALAH

Mo Salah menjadi komponen terpenting di balik gacornya lini depan Liverpool.

Menjelang pertarungan melawan Madrid, sang bomber mendapat dorongan semangat berkat raihan Sepatu Emas Liga Inggris musim ini.

Dia berbagi gelar top scorer Premier League bersama Son Heung-min setelah sama-sama membuat 23 gol. (*)

Sumber: BolaSport.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved