Liga Champions
Moh Salah Cs Bakal Kesulitan Terobos Gelandang Madrid
Real Madrid berhasil lolos ke babak final Liga Champions 2022 dengan melakukan berbagai comeback dramatis.
TRIBUNGORONTALO.COM - Real Madrid berhasil lolos ke babak final Liga Champions 2022 dengan melakukan berbagai comeback dramatis. Di balik itu, Real Madrid sempat takluk dari tim antah berantah.
Real Madrid lagi-lagi berhasil lolos ke babak final Liga Champions untuk yang ke-17 kalinya.
Untuk mencapai partai puncak Liga Champions 2021-2022, Real Madrid bisa dibilang tidak melaluinya dengan lancar.
Meski lolos sebagai jawara Grup D, Real Madrid nyatanya sempat mendapatkan kejutan dengan takluk dari tim antah berantah.
Tim antah berantah yang dimaksud adalah debutan asal Moldova, Sheriff Tiraspol.
Pada laga kedua babak penyisihan Grup D, Real Madrid menjamu Sheriff Tiraspol di Stadion Santiago Bernabeu pada 28 September 2021 lalu.
Saat itu, Real Madrid harus takluk dengan skor tipis 1-2 dari Sheriff Tiraspol lewat gol penentu Sebastien Thill pada menit ke-89.
Bahkan, Los Blancos hanya mampu mencetak satu gol lewat titik putih pada menit ke-65 yang dicetak oleh Karim Benzema.
Dilansir BolaSport.com dari laman resmi UEFA, walaupun kalah dari Sheriff Tiraspol, Real Madrid mampu memenangi lima laga lainnya dan finis sebagai jawara Grup D, mengungguli Inter Milan yang berada di posisi runner-up.
Berstatus sebagai jawara grup, Real Madrid berhak menantang runner-up dari grup lain pada babak 16 besar.
Sialnya, Real Madrid sudah harus bertemu lawan berat pada babak 16 besar, yakni Paris Saint-Germain yang saat itu berstatus sebagai runner-up Grup A.
Bertemu dengan PSG, Real Madrid sempat diragukan untuk bisa melaju ke babak perempat final.
Hal itu semakin terlihat saat Los Blancos bertandang ke Stadion Parc des Princes pada 15 Februari 2022 lalu.
Real Madrid takluk dengan skor tipis 0-1 dari PSG lewat gol masa injury time dari Kylian Mbappe.
Di leg kedua yang berlangsung di Stadion Santiago Bernabeu, harapan Real Madrid untuk lolos ke babak perempat final sempat pupus.
Mbappe kembali menjadi mimpi buruk bagi Real Madrid dengan mencetak gol pada menit ke-39.
Seolah harapan untuk lolos ke babak delapan besar sudah tidak ada, Karim Benzema muncul menjadi pemicu semangat anak-anak asuh Carlo Ancelotti.
Pada menit ke-61, Benzema sukses mencetak gol pertama Real Madrid untuk mengubah agregat menjadi 1-2.
Hebatnya, Benzema kembali mencetak dua gol hanya dalam waktu tiga menit, yakni pada menit ke-76 dan menit ke-78.
Dua gol Benzema itu membuat Los Blancos berhasil comeback dan lolos ke babak perempat final dengan agregat 3-2.
Di babak perempat final, Real Madrid lagi-lagi harus bertemu dengan lawan yang berat, yakni sang juara bertahan, Chelsea.
Meski pada leg pertama sukses mengalahkan Chelsea dengan skor 3-1, Real Madrid kembali mengalami kesulitan saat berlaga di leg kedua.
Real Madrid bahkan harus melalui babak perpanjangan waktu untuk memastikan kelolosan mereka dengan agregat 5-4.
Benzema kembali menjadi pahlawan lewat gol penentunya pada menit ke-96.
Lepas dari jeratan Chelsea, Real Madrid harus masuk ke kandang macan yang bernama Manchester City.
Sebagai favorit juara, Manchester City jelas merupakan lawan yang berat bagi Real Madrid.
Hal itu bisa dilihat jelas saat Real Madrid hancur di tangan Manchester City dalam laga leg pertama di Stadion Etihad pada 26 April 2022 lalu.
Saat itu, Real Madrid harus menyerah dengan skor 3-4 dari Manchester City dan mengamban misi berat untuk membalikkan kedudukan.
Baca Juga: Final Liga Champions - Soal Tandem Van Dijk, Klopp Pilih Konate ketimbang Matip
Meski sempat diragukan lolos, Real Madrid lagi-lagi menunjukkan daya magis mereka pada leg kedua melawan The Citizens.
Hebatnya lagi, Real Madrid melakukan comeback gila hanya dalam waktu tujuh menit.
Dua gol Rodrygo Goes dan penalti Benzema cukup untuk membawa Real Madrid lolos ke babak final Liga Champions 2021-2022.
Pada babak final nanti, Real Madrid akan adu jotos dengan Liverpool di Stadion Stade de France, Paris.
Pertandingan tersebut akan berlangsung pada Sabtu (28/5/2022) waktu setempat atau Minggu pukul 02.00 WIB.
Gelandang Real Madrid Akan Sulitkan Liverpool
Mantan bek Manchester United, Gary Neville, tidak yakin Liverpool bisa menang pada final Liga Champions 2021-2022. Sebab, para gelandang El Real bisa menyulitkan lini pertahanan Liverpool.
Real Madrid akan berjumpa Liverpool pada final Liga Champions musim 2021-2022 di Stade de France, Paris, Prancis, Sabtu (28/5/2022).
Gary Neville menjagokan El Real berjaya pada pertandingan tersebut.
Alasan Gary Neville bukan semata sentimen tradisional karena rivalitas Manchester United dan Liverpool.
Di mata mantan bek sekaligus kapten Setan Merah itu, materi pemain Real Madrid sangat cukup untuk menjegal ambisi Liverpool juara.
“Menurut saya Liverpool tidak akan memenangi Liga Champions. Saya banyak berpikir soal final di Paris nanti dan soal Real Madrid,” kata Neville, dikutip BolaSport.com dari Sky Sports.
“Saya berpikir alasan mereka terus memenangi pertandingan di Liga Champions dan membalikkan keadaan.”
Pada babak 16 besar Liga Champions, Real Madrid kalah 0-1 dari Paris Saint-Germain pada leg pertama dan menang 3-1 pada leg kedua.
Lalu, Real Madrid lalu bersua Chelsea pada babak 8 Besar.
Meraih kemenangan 3-1 pada leg pertama, Real Madrid sempat tertinggal 3-0 dari juara Liga Champions musim lalu itu pada leg kedua.
Namun, El Real secara dramatis memperkecil ketertinggalan menjadi 2-3.
Skuad Real Madrid untuk melawan Real Betis di pekan ke-38 Liga Spanyol 2021-2022
Kendati kalah pada leg kedua, Real Madrid tetap lolos ke semifinal karena menang selisih gol.
Manchester City menjadi korban selanjutnya skuad Carlo Ancelotti.
Real Madrid kalah 3-4 pada babak pertama sebelum bangkit pada leg kedua dan menang 3-1.
Baca Juga: Sadio Mane akan Senang Melihat Karim Benzema Raih Ballon d'Or, tetapi Ada Syaratnya
Gary Neville membandingkan situasi Real Madrid dengan materi tim Manchester United saat memenangi Liga Champions tahun 1999.
Ia menjelaskan bahwa skuad Real Madrid saat ini dengan Man United era 1999 punya kesamaan, yaitu materi di lapangan tengah yang sangat bagus.
“Saat itu Man United bisa mengatasi ketertinggalan karena lapangan tengah kami. Man United punya pemain seperti Roy Keane, Nicky Butt, Paul Scholes, Ryan Giggs, dan David Beckham,” tutur Neville.
“Mereka semua pemain fenomenal. Level mereka jauh di atas yang saya pernah lihat. Di Real Madrid ada pemain seperti Casemiro, Toni Kroos, Luka Modric, serta Federico Valverde dan Eduardo Camavinga.”
“Lima pemain tersebut mengendalikan Real Madrid sejak pertandingan dimulai hingga akhir. Carlo Ancelotti pun memanfaatkan mereka hingga menit akhir,” tutur Neville melanjutkan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Pemain-Real-Madrid-pesta-gol-melawan-Levante.jpg)