Warga Penerima BLT di Dudepo-Gorontalo Protes Dipaksa Vaksin Booster

Tidak hanya satu anggota keluarga, melainkan seluruh anggota yang tercatat dalam kartu keluarga (KK). 

Penulis: redaksi | Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com/Ist
Warga Desa Dudepo tengah antre untuk menerima BLT Minyak Goreng. Namun sebagai warga protes, karena disyaratkan harus vaksin dosis tiga atau booster. 

Laporan Sri Aprilia Mayang, jurnalis TribunGorontalo.com wilayah Kabupaten Gorontalo

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Warga Desa Dudepo, Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara mengaku kesal karena harus dipaksa vaksin booster (dosis 3) sebagai syarat menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Tidak hanya satu anggota keluarga, melainkan seluruh anggota yang tercatat dalam kartu keluarga (KK). 

"Kan tidak semua anggota keluarga yang bersedia divaksin ke-3. Mengingat vaksin ke-3 itu hanya himbauan," ketus Winsra Razak kepada TribunGorontalo.com, Jumat (27/5/2022).

Ia pun menilai, aturan tersebut sebetulnya kurang efektif. 

Kelurahan warganya itu, ditanggapi oleh Ayahanda Rustam Biiya. Ayahanda adalah panggilan untuk kepala desa di Gorontalo. 

Kata Rustam, keharusan untuk vaksin dosis tiga adalah keharusan. Itu memang sudah disepakati oleh pemerintah Desa Dudepo. 

"Iya itu adalah syarat bagi warga Desa Dudepo yang menerima BLT, harus divaksin satu Kartu Keluarga. Kalau sudah vaksin ke-2 dan sudah masanya untuk divaksin ke-3 tapi belum divaksin, kami tunda dulu penyerahan BLT si penerima, sampai kita pastikan benar-benar sudah vaksin ke-3, baru kita serahkan," tegas dia. 

Ia menjelaskan, kebijakan tersebut adalah upaya Pemerintah Desa Dudepo menciptakan sistem kekebalan kelompok terhadap Covid-19. 

Syarat penerima BLT minyak goreng

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved