Ini Satu Sosok DPO Mujahidin Indonesia Timur Poso yang Masih Dicari

Tersisa satu teroris di Poso, Sulawesi Tengah. Kapolda Sulawesi Tengah, Irjen Pol Rudy Sufahriadi mengatakan, Daftar Pencarian Orang (DPO) MIT Poso.

Editor: lodie tombeg
Handover/Humas Polda Sulteng/ Tribunpalu.com
Kapolda Sulteng Irjen Pol Rudy Sufahriadi memperlihatkan foto DPO teroris Poso saat konferensi pers di Mako Polres Parimo, Selasa (4/1/2021) siang. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Palu - Tersisa satu teroris di Poso, Sulawesi Tengah. Kapolda Sulawesi Tengah, Irjen Pol Rudy Sufahriadi mengatakan, Daftar Pencarian Orang (DPO) MIT Poso tersisa satu orang.

Keterangan itu berdasarkan serangkaian kegiatan dan hasil koordinasi Satgas Madago Raya dengan Densus 88.

Berdasarkan hasil penelusuran di lapangan, maka dipastikan saat ini tersisa satu orang DPO.

"Dari sisa-sisa di lapangan DPO itu tinggal satu yakni Askar alias Pak Guru.
Menurut keterangan saksi baik itu penduduk, petani dan beberapa temannya dari luar, memang tinggal satu itu," ujar Irjen Pol Rudy kepada wartawan, Rabu (18/5/20022).

Meski demikian, Polda Sulteng terus menggali informasi guna memastikan jumlah Teroris Poso yang masih buron.

"Kami masih terus mencari kalau memang Naim pernah tertembak waktu lalu, kita masih sedang mencari di mana jenazahnya dimakamkan, karena semua yang kita tanya tidak ada.
Yang jelas kami tetap mencari," ujar Rudy.

Rudy juga mengimbau agar DPO Teroris Poso segera menyerahkan diri kepada petugas.

Sebelumnya, satu dari tiga anggota kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) bernama Suhardin alias Hasan Pranata tewas tertembak, 27 April 2022.

Dengan tewasnya Suhardin, kelompok MIT kini diketahui tersisa dua orang, yakni Naim alias Galuh alias Mukhlas dan Askar alias Pak Guru.

Gelar Pelatihan Hingga Siapkan Amunisi

Polri mengungkap peran dan keterlibatan 24 orang teroris pendukung Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso dan ISIS yang ditangkap pada Sabtu (14/5/2022).

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan menyampaikan bahwa tersangka yang ditangkap diduga pernah menggelar pelatihan yang terkait tindak pidana terorisme.

"24 orang tersangka yang telah diamankan dan ditangkap oleh Densus 88 yaitu secara umum mereka beberapa kali mengikuti giat idat atau pelatihan-pelatihan," kata Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (17/5/2022).

Ramadhan menuturkan bahwa para tersangka juga pernah memberikan dukungan MIT Poso dengan menyiapkan sejumlah logistik hingga amunisi.

"Memberikan dukungan kepada kelompok MIT Poso berupa berencana bergabung bersama kelompok MIT, membantu penyiapan logistik termasuk logistik amunisi dan menyembunyikan informasi-informasi terkait dengan kegiatan MIT Poso itu sendiri," ungkap dia.

Di siai lain, ia menuturkan 24 teroris pendukung MIT Poso dan ISIS yang ditangkap tersebut telah berbaiat dengan pimpinan ISIS terbaru Abu Hasan Al-Hashimi.

Diketahui, Al-Hashimi terpilih menjadi pimpinan ISIS terbaru setelah kematian pemimpin sebelumnya, Abu Ibrahim al-Qurashi. Dia meledakkan dirinya dalam serangan oleh pasukan khusus Amerika Serikat di barat laut Suriah.

"Kita ketahui organisasi ISIS sudah memiliki pemimpin yang baru. Jadi, beberapa orang ini telah melakukan baiat kepada pemimpin ISIS yang baru yaitu Abu Hasan Al-Hashimi Al-Quraisy," jelas dia.

Ramadhan menyampaikan bahwa para tersangka juga diminta untuk menfirimkan sebuah video ke grup Whatsapp (WA) yang menunjukkan bahwa mereka telah mengucap baiat kepada Al-Hashimi.

"Jadi memberikan pernyataan atau baiat mereka dengan membaca teks dan dikirim melalui grup WA," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Tim Densus 88 Antiteror Polri kembali melakukan kegiatan senyap dengan menangkap sejumlah tersangka teroris. Kali ini, pelaku yang tertangkap diduga para pendukung Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso dan ISIS.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan menuturkan bahwa total tersangka yang ditangkap berjumlah 24 orang.

"Update Penangkapan tersangka teroris. Densus 88 Antiteror Polri menangkap 24 tersangka teroris para pendukung MIT Poso dan pendukung ISIS," kata Ramadhan saat dikonfirmasi, Senin (16/5/2022).

Dijelaskan Ramadhan, pelaku ditangkap pada Sabtu 14 Mei 2022 lalu. Seluruhnya ditangkap di tiga daerah terpisah.

"Penangkapan dilakukan hari Sabtu tanggal 14 mei 2022. Rinciannya, 22 orang di Sulawesi Tengah, 1 di Bekasi dan 1 di Kalimantan Timur," pungkasnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kapolda Sulteng Beberkan Satu Sosok DPO Mujahidin Indonesia Timur Poso yang masih Tersisa

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved