Harga Minyak Goreng Curah Turun di beberapa Pasar Gorontalo

Namun, pantauan TribunGorontalo.com, harga yang yang ditawarkan masih jauh dari Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng curah. 

TribunGOrontalo.com/AgungPanto
Lapak minyak goreng di Pasar Sentral. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Harga minyak goreng di pasar sentral dan di Pasar Rabu turun. Turunnya harga ini adalah buntut kebijakan Presiden Jokowi menyetop ekspor Crude palm oil (CPO) sejak 28 April kemarin.

Namun, pantauan TribunGorontalo.com, harga yang yang ditawarkan masih jauh dari Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng curah. 

Rizki Yunus salah satu pedagang minyak goreng keliling di Pasar Rabu menjelaskan, dirinya menjual minyak goreng 1,5 liter di angka Rp 37 ribu. Artinya, untuk 500 milliliter (ml) sekitar Rp 12.666 atau jika dikonversi ke 1 liter mencapai Rp 25.332

Sebelumnya kata Rizki, minyak goreng ukuran 1,5 liter itu dijual dengan harga Rp 39 ribu. Untuk ukuran per 600 mililiter di jual di harga Rp 14 ribu yang sebelumnya dijual dengan harga Rp 17 ribu.

Menurutnya, harga minyak goreng curah yang di dapat dari distributor sudah turun berada pada angka Rp 455 ribu per jerigen, yang sebelumnya harganya mencapai Rp 545 ribu per jerigen.

"Sekarang ini harga minyak goreng memang sedikit turun, untuk tersedianya punya juga ada," ucap Rizky.

Diketahui, mayoritas pedagang di pasar ini memang jarang menjual minyak goreng curah ukuran satu liter. Sebab, untuk menakar satu liter minyak goreng, rata-rata penjual merasa sangat kesulitan untuk hal packaging. 

“Selain mudah sobek, juga pengemasan ribet, msih m di ikat dan lain sebagainya, beda dengan botol , kalau botol itu tinggal di cuci, keringkan , tinggal salin sama tutup, dan jelas beda harganya, karna ukuran botolnya juga cuma tersedia 1,5 L dng 600 ML," kata Rizky.

Hal serupa diungkap Haji Agus, pedagang yang berada di Pasar Sentral ia mengaku harga minyak goreng curah saat ini mengalami penurunan, hanya saja mereka tidak bisa menyamakan dengan HET yang berlaku. 

Agus mendapat minyak goreng curah dari distributor dengan harga Rp 450 ribu per jerigen yang sebelumnya pada awal ramadhan kemarin berada pada angka Rp 535 per jerigen.

Dia menjual minyak goreng curah ukuran 1,5 liter dengan harga Rp 37 ribu sebelumnya dijual dengan harga 39 ribu, sedangkan ukuran 600 mililiter di jual dengan harga Rp 15 ribu yang sebelumnya di jual dengan harga 17 ribu.

"Harga minyak goreng curah sekarang memang turun seperti sebelumnya saya menjual 1,5 liter saya jual Rp 39 ribu sekarang turun 37 ribu, 600ml yang sebelumnya Rp 16 ribu sekarang sudah Rp 15 ribu,".

"Harga sekarang memang turun hanya saja turunya sedikit , dan kami di sini susah mengikuti standar harga yang ditentukan pemerintah, karena harga yang didapat dari distributor tidak mampu mengikuti harga HET yang ditentukan," tambah Agus.

Di Beberapa pedagang yang menjual minyak goreng pun tidak bisa mengikuti HET yang ada di karena kondisi serta harga yang didapat dari distributor minyak goreng curah belum bisa menyetarakan dengan harga HET yang ditetapkan pemerintah.

Pantauan harga minyak goreng  di Pasar Sentral dan Pasar Rabu, Kota Gorontalo  berada di angka Rp 28 ribu per liternya untuk minyak goreng kemasan. 

Sedangkan minyak goreng curah berada pada angka Rp 37 untuk ukuran 1,5 liter dan Rp 15 ribu sampai 16 ribu untuk 600 mililiter. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved