Minggu, 15 Maret 2026

Polda Gorontalo

Kapolda Gorontalo Minta Personelnya Pastikan Masyarakat Merayakan Idul Fitri dengan Nyaman

Memang, tahun ini berbeda dengan tahun kemarin. Sebab, ramadhan hingga idul fitri tidak dibatasi. Masyarakat diberi kelonggaran.

Tayang:
zoom-inlihat foto Kapolda Gorontalo Minta Personelnya Pastikan Masyarakat Merayakan Idul Fitri dengan Nyaman
TribunGorontalo.com/WawanAkuba
Irjen Pol Akhmad Wiyagus, Kapolda Gorontalo saat bersama Rusli Habibie, Gubernur Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Irjen Pol Akhmad Wiyagus, Kapolda Gorontalo meminta personel Polri, dapat memastikan kenyamanan masyarakat dalam merayakan Idul Fitri 1443 Hijriah. 

Memang, tahun ini berbeda dengan tahun kemarin. Sebab, ramadhan hingga idul fitri tidak dibatasi. Masyarakat diberi kelonggaran.

Karena itu, dalam pengamanan operasi kepolisian terpusat (Ketupat) Otanaha 2022, Wiyagus meminta personelnya dapat melayani masyarakat secara maksimal. 

“Yang perlu diantisipasi oleh kita dalam pelaksanaan operasi Ketupat tahun ini, agar masyarakat bisa mudik ataupun merayakan Idul Fitri dengan sehat dan nyaman,” kata Wiyagus saat berikan arahan melalui video conference (Vicon).

Agenda analisa dan evaluasi pelaksanaan operasi ketupat otanaha 2022 itu diikuti pula oleh Wakapolda Gorontalo, Irwasda, para PJU, para Kapolres dan Kapolsek jajaran Polda Gorontalo di ruang Vicon Polda Gorontalo, Sabtu (30/4/2022). 

Secara tegas Wiyagus menekankan kepada Satgas Operasi Ketupat Otanaha, baik personel polda dan polres, dapat  memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.

Memang, dari hasil evaluasi yang dilakukan olehnya, masih ditemukan beberapa titik kemacetan lalu lintas terutama di wilayah Kota Gorontalo yang tidak dijaga oleh anggota polisi. 

“Agar hal ini tidak terjadi lagi, lakukan rekayasa lalu lintas secara tepat, dan tempatkan personel di simpul-simpul kemacetan agar bisa segera terurai dan lalu lintas menjadi lancar,” terang mantan penyidik KPK tersebut.

Beberapa ruas jalan di Kota Gorontalo sedang ada perbaikan saluran air ditambah adanya tradisi Pasar Senggol serta Tumbilotohe. Ini tentu berdampak ada kemacetan lalu lintas.

“Yang terpenting saat terjadi kemacetan, ada petugas polantas di sana untuk mengurai arus lalu lintas,jangan sampai kosong,” tegas Wiyagus.

Selain itu, kewaspadaan petugas pos pengamanan juga menjadi atensi Jenderal Bintang Dua tersebut.

“Seluruh fungsi kepolisian agar hadir melaksanakan tupoksinya, baik yang preemtif maupun preventif juga represif apabila ditemukan adanya pelanggaran hukum,” tegas Wiyagus. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved