Bursa Capres
PDIP Belum Tentukan Capres, Olly Singgung Kekuatan Intuisi Politik Megawati
Bendahara Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Olly Dondokambey menegaskan, hingga saat ini partainya belum memutuskan calon presiden.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/280422-Olly-Dondokambey.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Bendahara Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Olly Dondokambey menegaskan, hingga saat ini partainya belum memutuskan calon presiden (capres) yang akan diusung di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.
Meski di internal PDIP sendiri kini ada capres potensial seperti Ganjar Pranowo dan Puan Maharani, Olly menegaskan bahwa hak prerogatif Ketua Umum Megawati Soekarnoputri untuk memutuskan hal itu.
Hal itu disampaikan Olly saat diwawancarai khusus oleh Wakil Direktur Pemberitaan Tribunnetwork Domu Ambarita, Kamis (28/4/2022).
"Ya memang mekanisme di PDIP itu yg saya katakan tadi pencalonan (presiden) itu ada di hak prerogatif ketua umum," kata Olly.
Gubernur Sulawesi Utara itu menilai, jalan menuju Pilpres 2024 masih panjang.
Olly menyebut, Megawati telah berpengalaman untuk menentukan sosok yang akan diusung PDIP sebagai capres.
"Kadang-kadang di dalam suatu keputusan itu tentunya ketua umum punya feeling karena pengalaman Bu Mega di dalam hal ini punya intuisi politik (yang kuat)," tandasnya.
Ibu Megawati Itu Sangat Demokratis
Olly Dondokambey mengungkapkan, Ketua Umum Megawati Soekarnoputri adalah tokoh yang sangat demokratis.
Setidaknya, sikap itu tercermin saat Megawati memimpin rapat-rapat partai.
Hal itu disampaikan Olly saat diwawancarai khusus oleh Wakil Direktur Pemberitaan Tribunnetwork Domu Ambarita, Kamis (28/4/2022).
"Sangat demokratis kok, kita diberikan kesempatan memberikan masukan-masukan yang menurut kita betul," kata Olly.
Olly mengungkapkan, di setiap rapat partai, Megawati selalu memberikan kesempatan kepada kader untuk memberikan pendapat, meski pada akhirnya Ketua Umum memiliki hak prerogatif.
"Dan Bu Mega dalam mengambil keputusan pun yang harus kita tentukan, harus si A si B si C, itu diberikan kita, sangat demokratis tapi memang Bu Mega dalam AD/ART PDIP itu memberikan hak prerogatif kepada ketua umum untuk mengambil keputusan-keputusan. Saya juga diberikan hak prerogatif oleh ibu boleh merangkap tugas," tandasnya. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Soal Penentuan Capres, Politikus PDIP: Bu Mega Punya Intuisi Politik yang Kuat