Pemerintah Provinsi Gorontalo

Gorontalo Krisis Guru Khusus Sekolah Luar Biasa

Sitti Maria Lahidjun, Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Provinsi Gorontalo menyebut

Penulis: M Husnul Jawahir Puhi | Editor: Wawan Akuba
TribunGOrontalo.com/Adhe
Direktur UT Gorontalo bersam Sitti Maria Lahidjun Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Dinas Dibudpora. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Provinsi Gorontalo saat ini krisis guru yang khusus mengajar anak berkebutuhan khusus (ABK) di Sekolah Luar Biasa (SLB). 

Sitti Maria Lahidjun, Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Provinsi Gorontalo menyebut, hanya ada dua guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang mempunyai gelar sarjana Pendidikan Luar Biasa (PLB) di Gorontalo.

"Di Gorontalo itu kebanyakan dari tenaga pendidik SLB bukan dari sarjana PLB, jadi di Gorontalo ini sangat disayangkan tidak adanya guru-guru yang mumpuni di bidang PLB," ungkap Sitti dalam acara Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Kelompok Kerja (Pokjar) bersama mitra Universitas Terbuka (UT) Gorontalo, Sabtu (23/4/2022).

Siti juga mengungkapkan, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) juga menjadi salah satu sekolah di Gorontalo yang sudah mulai krisis tenaga pendidiknya. 

Guru yang mengajar di SMK katanya bukan dari guru yang mempunyai ijazah tertentu, terlebih terkait bidang kejuruan dan keahlian.

Karena itu, Dinas Dikbudpora berharap Universitas Terbuka Gorontalo membuka jurusan PLB dan kejuruan untuk kebutuhan guru SMK. (*)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved