Ini 7 Poin Tuntutan Massa BEM SI, Peserta Demo Teriak: Mundur Jokowi!
Ibu Kota Negara, DKI Jakarta kembali digoyang aksi demonstrasi. Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/210422-Aksi-demo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Ibu Kota Negara, DKI Jakarta kembali digoyang aksi demonstrasi. Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) mulai longmarch ke kawasan Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat, Kamis (21/4/2022).
Pantauan Kompas.com, massa mahasiswa dari berbagai universitas membuat satu barisan dan berjalan dari Jalan Medan Merdeka Selatan.
Sesampainya di depan Pintu Barat Monas, tampak aparat kepolisian menghalau para massa aksi agar tak langsung menuju kawasan Patung kuda Arjuna Wiwaha Jalan Medan Merdeka Barat.
Massa aksi akhirnya berorasi di dekat Pintu Barat Monumen Nasional sambil meminta aparat membuka jalan untuk menuju ke Istana Negara.
"Jika 5 menit lagi kami tidak diperbolehkan maju, kita sepakat untuk menerobos kawan-kawan. Sepakat?" teriak seorang mahasiswa di atas mobil komando.
Untuk diketahui, aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan bakal menggelar aksi demonstrasi di Jakarta pada Kamis in.
Bayu Satria mengatakan, dia dan para mahasiswa lain yang tergabung dalam BEM SI Kerakyatan akan melaksanakan aksi demo 21 April di kawasan Patung Kuda Arjuna Wiwaha.
"Ada dua (aksi demonstrasi), di Patung Kuda dan DPR. Kami di Patung Kuda (dekat) Istana," ujar Bayu saat dikonfirmasi, Rabu (20/4/2022).
Menurut Bayu, terdapat tujuh tuntutan yang akan disampaikan dalam aksi demonstrasi hari ini, yakni:
1. Tindak tegas para penjahat konstitusi dan tolak wacana perpanjangan masa jabatan presiden.
2. Turunkan harga kebutuhan pokok dan atasi ketimpangan ekonomi.
3. Menindak tegas segala tindakan represif terhadap masyarakat sipil dengan mekanisme yang ketat dan tidak diskriminatif.
4. Wujudkan pendidikan ilmiah, gratis, dan demokratis.
5. Sahkan RUU pro rakyat, tolak RUU pro oligarki.
6. Wujudkan reforma agraria sejati.
7. Tuntaskan seluruh pelanggaran HAM.
Mulai Penuhi Gedung DPR/MPR
Sejumlah elemen buruh yang tergabung dalam Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) mulai mendatangi gedung DPR/MPR, Jakarta, Kamis (21/4/2022), sekitar pukul 13.24 WIB.
Pantauan Kompas.com, massa aksi yang hadir dalam demonstrasi tersebut berjumlah seratusan.
Massa berdatangan sembari melakukan long march dari arah utara Jalan Gatot Subroto. Baris per baris, massa aksi membentangkan berbagai banner.
Isi dari banner-banner itu merupakan sejumlah tuntutan yang hendak mereka sampaikan kepada pemerintah. Salah satu tuntutan mereka, yakni meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mundur dari jabatannya.
"Mundur Jokowi!," teriak salah satu massa aksi. Selain meminta Jokowi untuk mundur, melalui banner yang mereka bentangkan, massa aksi juga meminta harga minyak goreng diturunkan.
Bahkan, isu terkini soal salah satu pejabat di Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang terlibat kasus minyak goreng, turut disinggung massa aksi.
Massa aksi juga menuntut agar Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dipecat. Pukul 13.38, massa aksi mulai memenuhi gerbang DPR/MPR.
Diketahi, massa aksi yang hendak menggelar aksi di depan gedung DPR/MPR adalah Aliansi Mahasiswa Indonesia (AMI) dan sejumlah elemen buruh yang tergabung dalam Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak).
Sedikitnya ada 10 tuntutan yang akan disampaikan oleh elemen buruh dan mahasiswa dalam aksi demo 21 April 2022.
Adapun aksi ini digelar bersamaan dengan demonstrasi di Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat, yang dilaksanakan oleh Aliansi BEM SI Kerakyatan. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mulai Penuhi Gedung DPR/MPR, Massa Aksi Langsung Tuntut Jokowi Mundur"