Tukang Tambal Ban Berharap Tak Kena Imbas Proyek Jalan Andalas
Posisi tempat tambal ban Andi berada persis di dekat simpang lima Telaga. Bengkel ini memang setiap hari menjadi tempat bus-bus
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Pekerja tambal ban di Jalan Andalas, Andy Ahmad berharap, proses pengerjaan Proyek Jalan Andalas tidak justru mengganggu perekonomiannya.
Walaupun sebetulnya, ia ikut mendukung proyek perbaikan jalan yang kini bernama Jalan Prof Dr Jhon Ario Katili tersebut.
"Saya mendukung perbaikan Jalan Andalas ini, cuma saya harap pekerjaan ini tidak mengganggu pekerjaan atau pendapatan saya karena saya ini cuma menambal ban truk-truk besar. Khawatirnya proses pengerjaan jalan mengakibatkan truk tidak dapat melintas di sini," ungkap pria 39 tahun itu kepada TribunGorontalo.com, Senin (18/4/2022).
Posisi tempat tambal ban Andi berada persis di dekat simpang lima Telaga. Bengkel ini memang setiap hari menjadi tempat bus-bus ataupun truk besar melakukan tambal ban.
Sementara saat ini, ruas-ruas jalan Andalas kini mulai disekat untuk proses perbaikan.
Tidak jauh berbeda dengan Iznan Paso. Pria 30 tahun justru berharap, agar pihak pelaksana proyek mampu menciptakan jalan alternatif untuk kendaraan truk besar.
Iznan yang berprofesi sebagai sopir truk itu hanya tidak ingin harus melewati jalan-jalan ramai.
Sebab, truk yang ia bawa merupakan truk besar dan berpotensi menyebabkan kemacetan jika harus melewati jalanan ramai.
"Saya setuju ini jalan diperbaiki, walaupun berdampak di kaminya apa harus memutar, tidak masalah bagi kami, asalkan alternatif jalan diperhatikan pemerintah, karena mobil yang kami bawa ini besar dan berat, takutnya selain bisa menimbulkan kemacetan di jalur alternatif dapat pula merusak jalan," Kata Isnan kepada tribungorontalo.com di sela sela ia mengantri solar di SPBU andalas. (*)
Jalan Prof Ario John Katili eks Jalan Andalas itu menurut Rusli Habibie, Gubernur Gorontalo, akan diperbaiki dengan anggaran Rp 36,6 miliar.
Dana itu kata dia merupakan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021. Kontraktor pelaksana adalah PT Alliessan bekerja sama operasi (KSO) dengan CV Karya Metropolitan.
Lama pengerjaanya yakni 240 hari atau selama delapan bulan. Dana PEN yang diterima Provinsi Gorontalo sendiri menurut Rusli memang dialokasikan sekitar 40 persen untuk Kota Gorontalo.
"Andalas, saluran Tanggidaa, jalan Pilolodaa-Iluta, kita selesaikan tahun ini dan juga RS Ainun Habibie. Serta ada jalan Taluditi-Wanggarasi dan yang paling banyak di Kota Gorontalo. Karena Kota Gorontalo merupakan ibu kota Provinsi yang masih membutuhkan perbaikan infrastrukturnya," ujarnya.
Gubernur menyebutkan, pembangunan jalan eks Andalas ini sudah direncanakan pada tahun 2020. Namun karena adanya refocusing anggaran untuk penanganan covid-19, rekonstruksi baru dilaksanakan tahun ini.
Ia berharap, masyarakat di sekitar jalan Andalas, mendukung pemerintah dalam menata infrastruktur di ibu kota provinsi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Tambal-ban.jpg)