Carlo Ancelotti Sindir Balik Xavi Hernandez: Apa Artinya Bermain Bagus?

Xavi menyampaikan, bermain bagus adalah ketika seluruh elemen dalam pertandingan berjalan dengan baik.

Marca
Carlo Ancelotti 

TRIBUNGORONTALO.COM - Belum lama ini Pelatih Barcelona Xavi Hernandez menyinggung permainan Real Madrid di Liga Champions.

Diketahui El Real sukses mengeliminasi PSG dan Chelsea secara dramatis.

Xavi menyampaikan, bermain bagus adalah ketika seluruh elemen dalam pertandingan berjalan dengan baik.

"Sejarah Barca menuntut bahwa kami harus bermain bagus, sedangkan Madrid tidak," kata Xavi.

Mantan pelatih Al Sadd, kemudian menyebut sejarah ketika Johan Cruyff datang, dimana legenda sepakbola Belanda itu menetapkan standar kemenangan lewat permainan bagus, ketika menangani Barcelona.

Menanggapi hal tersebut, Carlo Ancelotti menyampaikan, sebuah tim tidak hanya harus menyerang dengan baik, tetapi juga harus bertahan dengan solid.

Menurut mantan pelatih AC Milan, sebuah klub tidak perlu harus selalu menyerang untuk bermain bagus. Namun penyusunan strategi dan pengetahuan soal kemampuan lawan, juga menjadi dasar untuk bermain bagus.

Baca juga: Taktik Pergantian Pemain, Kunci Kemenangan Real Madrid

"Saya ingin menjawab dengan sebuah pertanyaan: apa artinya bermain bagus? Setiap orang memiliki pendapat mereka," kata Ancelotti, dalam konferensi pers jelang laga antara Sevilla dan Real Madrid, Sabtu (16/4/2022) waktu setempat.

"Bagi saya, bermain bagus adalah melakukan hal-hal dengan baik saat Anda menguasai bola sebanyak saat Anda tidak menguasainya."

"Bertahan dengan baik tidak identik dengan bermain bagus jika para pemain tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan bola, dan sebaliknya."

"Sepak bola adalah menyerang dan bertahan. Ada banyak cara untuk bertahan: dengan blok rendah, menengah atau dengan tekanan tinggi," jelasnya.

Carletto memang kerap dikenal sebagai pelatih yang menerapkan permainan pragmatis. Dimana cara bermain tim akan menyesuaikan jenis permainan lawannya.

Di sisi lain, Barcelona baru saja tersingkir dari Liga Eropa, akibat keasikan bermain bagus, sementara lawannya fokus mengeksploitasi titik kelemahan Barcelona dalam bertahan. (*)

Sumber: BolaSport.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved