Ini Sanksi Untuk Penjual Takjil Nakal di Gorontalo

Nakal dalam ini, adalah menggunakan bahan-bahan berbahaya dalam produk takjilnya. Misalnya pengawet makanan jenis Borax dan Formalin.

Penulis: M Husnul Jawahir Puhi | Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com/Ist
Seorang petugas BPOM sedang memeriksa makanan. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Gorontalo akan memberi sanksi pedagang takjil yang nakal. 

Nakal dalam ini, adalah menggunakan bahan-bahan berbahaya dalam produk takjilnya. Misalnya pengawet makanan jenis Borax dan Formalin.

Selain itu juga, takjil yang mengandung pewarna makanan berupa Rhodamin B dan Methanil Yellow. Itu merupakan bahan-bahan yang berbahaya.

Adapun saksi berupa penutupan lapak dan pemusnahan produk yang terindikasi mengandung bahan-bahan tersebut.

"Kami akan menutup dagangan para penjual takjil dan bahkan akan kami musnahkan, jika kami temukan adanya bahan berbahaya yang terkandung didalamnya," ungkap Agus Yudi Prayudana, Kepala BPOM di Gorontalo, Rabu (6/4/2022).

Pihaknya kata Agus, terus melakukan pengawasan produk makanan di Gorontalo. Terutama pada bulan ramadhan. 

"Kami pada awal puasa sudah turun di beberapa kabupaten di Gorontalo dan itu berjalan sampai hari kemarin,” ungkap dia. 

Ada sedikitnya 100 takjil yang diperiksa. Dari ratusan takjil, pihaknya tidak menemukan satupun mengandung bahan berbahaya. 

Selain mengawasi produk makanan, BPOM juga ternyata mengawasi tempat-tempat pengemasan ataupun penyimpanan makanan. (*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved