Dua Korban Kebakaran di Desa Olibu Terima Tenda Gulung dari Dinsos

Adapun bantuan itu diserahkan langsung oleh Rano Saputra, Kepala Seksi Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Dinsos Provinsi Gorontalo. 

Penulis: M Husnul Jawahir Puhi | Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com/Ist
Kondisi rumah Riko Suman (36) dan Saripin Laode (35) yang ludes dilalap api pada Minggu (3/4/022). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Dua nelayan di Desa Olibu, Paguyaman Pantai, Boalemo menerima bantuan dari Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Gorontalo pada Senin (4/4/2022).  Dua nelayan itu yakni Riko Suman (36) dan Saripin Laode (35).

Adapun bantuan itu diserahkan langsung oleh Rano Saputra, Kepala Seksi Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Dinsos Provinsi Gorontalo. 

Rano merincikan bantuan itu berupa barang dan makanan. Bantuan barang terdiri dari 11 lembar selimut, 10 lembar matras, 4 paket pakaian, 4 paket family kids, 2 paket food ware, 2 paket alat dapur, 4 kasur lipat, dan 4 lembar tenda gulung. 

Sementara bantuan makanan terdiri dari 10 paket makanan siap saji, 12 paket makanan anak, 10 paket lauk pauk, 100 kilogram beras, dan 2 paket vitamin, serta 2 dus air mineral. 

Sebelumnya diketahui, dua rumah nelayan tersebut dilalap api pada Minggu (3/4/20222) pukul 12.15 Wita. Meski tidak ada korban jiwa, namun dua rumah nelayan itu ludes menyisakan puing-puing saja.  

Kepala Desa Olibuu, Mastin A Bouti kepada TribunGorontalo.com mengungkapkan, kebakaran terjadi ketika kebanyakan warga tengah menjalani ibadah sholat dzuhur di masjid. 

Tiba-tiba terdengar teriakan orang minta tolong, yang kemudian menghebohkan lingkungan sekitar. “Waktu itu orang banyak yang sementara salat. Jadi waktu teriak minta tolong, memang belum begitu banyak yang datang. Namun setelah sholat selesai, warga berbondong-bondong mendatangi lokasi kejadian,” kata Mastin.

Warga pun bahu-membahu memadamkan api yang terus berkobar, dengan menggunakan alat pemadaman api seadanya. 

“Warga hanya menggunakan ember, gayung dan segala alat yang bisa digunakan untuk segera memadamkan api. Namun karena lokasi rumah dipinggir pantai, dan angin bertiup cukup kencang, akhirnya kedua rumah itu tetap hangus terbakar,” ungkapnya. 

Mastin menuturkan, sesuai penuturan beberapa saksi mata, api diduga berasal dari rumah milik Riko Suman, tepatnya di bagian dapur. 

“Sepertinya bukan dari tungku. Kami menduga akibat korsleting listrik. Tapi ini masih dugaan sementara,” bebernya. 

Sesuai data yang diberikan, kurang lebih 10 warga terdampak akibat kejadian ini. Dan kerugian materil ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Mastin pun berharap agar kejadian ini bisa mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah, dengan mengambil Langkah untuk menyiapkan sarana mobil kebakaran di wilayah Kecamatan Paguyaman Pantai. 

Mengingat Kecamatan Paguyaman Pantai cukup jauh dari ibukota, dan berada di wilayah terpencil. “Semoga kedepan akan ada mobil kebakaran di kecamatan,” tutupnya. (*)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved