Curhat Penjual Kue: Jualan Laris Manis di Tengah Pandemi

Ia adalah Novianti Dai, pedagang kue yang ditemui TribunGorontalo.com. Wanita berusia 30-an memiliki toko kue di Jalan Husin Bilondatu,

Penulis: M Husnul Jawahir Puhi | Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com/Adhe
Etalase kaca berisi aneka macam kue. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Limboto -- Seorang pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Telaga, mengaku tidak terkena imbas pandemi Covid-19. Alih-alih rugi, ia justru banjir orderan. 

Ia adalah Novianti Dai, pedagang kue yang ditemui TribunGorontalo.com. Wanita berusia 30-an tahun itu memiliki toko kue di Jalan Husin Bilondatu, Desa Bulila Kecamatan, Telaga Kabupaten Gorontalo.

Ia mengaku, saat pandemi dagangannya justru laku keras. Sejak pukul 11.00 Wita, orang-orang banyak yang mampir dan membeli. 

Kataya memang, kue andalannya adalah Apang Colo. "Kalau bulan puasa, saya membuka dagangan saya ini dari pukul 11.00 Wita, banyak yang sudah memesan duluan sebelum saya buka lapak, terutama kue Cara Isi (Apang Colo)" ungkap Novi. 

Ia pun heran, di saat banyak UMKM yang gulung tikar di masa pandemi, ia justru bisa bertahan, bahkan untung keras. 

"Saya juga heran kenapa jualan saya lebih laris dibanding sebelum masa pandemi, mungkin masyarakat sekitar lebih banyak menggunakan waktu luang di rumah sambil mencicipi kue-kue yang saya jual ini,” ungkap Novi. 

Selain memesan langsung, banyak pembeli kata Novi yang memanfaatkan jasa transportasi online.

“Banyak transportasi online yang masuk di Gorontalo, makanya lebih banyak pembeli menggunakan Food Delivery untuk membeli dagangan saya," lanjut Ibu yang berkediaman di Desa Bulila, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo ini.

Ia membeberkan, beberapa kue yang cepat laris di lapaknya di antaranya Cantik manis, Apang bale, dan Pai Buah. (*)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved