Hilal Tak Terlihat, PBNU Tentukan 1 Ramadhan Melalui Istikmal

Hasilnya, KH Yahya Cholil Staquf, Ketua Umum PBNU melalui siaran langsung di TVNU menjelaskan, Hilal tidak terlihat. 

Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com/WawanAkuba
ILUSTRASI Masjid Limboto.TribunGorontalo.com/WawanAkuba 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melakukan pemantauan Hilal atau Rukyat Hilal di 50 lokasi di Indonesia pada Jumat (1/4/2022). 

Hasilnya, KH Yahya Cholil Staquf, Ketua Umum PBNU melalui siaran langsung di TVNU menjelaskan, Hilal tidak terlihat. 

Artinya, berdasarkan perhiti9ngan, umur bulan Sya'ban 1443 H genap 30 hari atau Istikmal. 

Berdasarkan istikmal itu, kata Yahya, 1 Ramadhan 1443 jatuh pada Ahad atau Minggu 3 April 2022.

“Dengan ini PBNU memberitahukan bahwa awal bulan Ramadhan 1443 H jatuh pada hari Ahad Wage, tanggal 3 April 2022 Masehi. Demikian,” ungkapnya.

Istikmal merupakan penyempurnan atau sistem menggenapkan bilangan bulan berdasarkan perhitungan bulan atau kamariah 30 hari. 

Perhitungan ini dilakukan karena tidak mungkin melihat bulan baru. Entah karena mendung ataupun hujan. 

Adapun istikmal digunakan jika melakukan penentuan awal bulan berdasarkan penyaksian bulan baru dengan mata kepala atau ru'yah. (*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved