Dibebaskan Kejari Boalemo, Mahasiswa Ini Cium Kaki Ibunya

Surat ketetapan penghentian penuntutan itu dibacakan oleh Ahmad Muchlis, Kepala Kejari Boalemo pada 28 Maret 2022 kemarin

Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com/Ist
Seorang mahasiswa yang sebelumnya dituntut melanggar pasal 351 ayat (1) KUHP, dibebaskan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Seorang mahasiswa yang sebelumnya dituntut melanggar pasal 351 ayat (1) KUHP, dibebaskan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Gorontalo.

Surat ketetapan penghentian penuntutan itu dibacakan oleh Ahmad Muchlis, Kepala Kejari Boalemo pada 28 Maret 2022 kemarin. Dalam kesempatan itu, turut hadir orang tua tersangka serta korban dan suami korban.

Mohammad Toha Zumair yang kini berusia 23 tahun itu tampak berlutut di kaki ibunya. Ia juga secara langsung berjabat tangan dengan korban dan suami korban. 

Usai menanggalkan rompi orange yang ia pakai dari dalam penjara, Mohammad Toha Zumair juga bersujud dan disaksikan oleh sejumlah anggota kejari. 

Dari informasi yang diterima TribunGorontalo.com, Mohammad Toha Zumair, dua tersangka yang juga ikut dibebaskan adalah Ronaldi Marthin, dan Melan Polamolo. 

Ahmad menjelaskan, penghentian itu berdasarkan Peraturan Jaksa Agung Nomor 15 tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan berdasarkan Keadilan Restoratif.

Alasan ketiganya dibebaskan karena telah terjadi proses perdamaian antara pihak korban dengan pelaku.

Juga para tersangka ini telah meminta maaf kepada keluarga korban, serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. 

Kesepakatan damai antara kedua belah pihak diketahui dilakukan secara sukarela, tanpa paksaan dari pihak manapun. 

“Menghentikan penuntutan perkara. (Namun) Surat ketetapan ini dapat dicabut kembali apabila dikemudian hari diperoleh alasan baru yang diperoleh penyidik atau penuntut umum. Atau ada putusan pra peradilan,” ungkap Ahmad Muchlis. (*)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved