Minggu, 8 Maret 2026

Demo Banjir Gorontalo

Sebut Kota Gorontalo Jadi ‘Kota Sampah’, Mahasiswa Pertanyakan Kinerja DLH

Berada di atas mobil dengan speaker berukuran besar, seorang orator aksi, Zul Tias Hasan menyebut, jika Kota Gorontalo kini menjelma menjadi ‘Kota Sam

Tayang:
zoom-inlihat foto Sebut Kota Gorontalo Jadi ‘Kota Sampah’, Mahasiswa Pertanyakan Kinerja DLH
TribunGorontalo.com/WawanAkuba
Sampah di pesisir Kota Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Pencapaian Kota Gorontalo mendapatkan piala Adipura, kini mulai dipertanyakan. Seperti yang terungkap pada aksi demonstrasi siang tadi, Kamis (24/3/2022). 

Berada di atas mobil dengan speaker berukuran besar, seorang orator aksi, Zul Tias Hasan menyebut, jika Kota Gorontalo kini menjelma menjadi ‘Kota Sampah’. 

Ia pun mempertanyakan kinerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat. “(Kami) mengundang Dinas Lingkungan Hidup untuk dipertanyakan kinerja mereka," tegas Zul di depan kantor DPRD Kota Gorontalo di Jalan Andalas. 

Menurut dia, kinerja dinas yang bertugas dalam penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah di bidang lingkungan hidup itu, mesti dievaluasi. 

Sebelumnya diketahui, tiga piagam yang pernah diraih Kota Gorontalo sebagai Kota Bersih di antaranya, Adipura Buana, Adipura Kirana, dan Adipura Karya. Namun, tiga piala itu diraih pada empat tahun yang lalu. 

“Dan pada 2022 ini, piala-piala itu perlu dipertanyakan. Kenapa kok sekarang Kota Gorontalo justru terlihat banyak sampah seperti ini,” ungkap Zul. 

Baca juga: BREAKING NEWS: Ratusan Mahasiswa Geruduk Kantor Wali Kota Gorontalo 

Karena itu, ia meminta agar pemerintah menyeriusi permintaan massa aksi. “Kami meminta Pemerintah Kota Gorontalo untuk menseriusi tuntutan massa aksi hari ini,” tutup Zul. 

Diketahui, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Gorontalo melakukan aksi demonstrasi siang tadi. Titik kumpul awal di Kampus I IAIN Gorontalo, menuju kantor Wali Kota Gorontalo, dan kantor DPRD. 

Sejumlah tuntutannya adalah, agar pemerintah memperhatikan pembangunan infrastruktur yang tidak terlalu berdampak positif untuk masyarakat.

Lalu, meminta Wali Kota Gorontalo, Marten Taha agar memperhatikan banyaknya genangan yang terjadi di kota yang kini berusia 294 tahun itu. 

Selain itu, juga meminta DPRD Kota Gorontalo mengawasi proyek menggunakan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Aksi siang tadi berlangsung lancar, meski sempat terjadi aksi saling dorong dengan personel kepolisian. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved