Demo Banjir Gorontalo
Massa HMI: Gorontalo Telah Jadi Kota Genangan
Gorontalo bukan lagi kota kenangan tapi kota genangan. Genangan air lazim dijumpai di setiap sudut kota hingga jalan protokol.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/240322-aksi-massa-HMI-3.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Gorontalo bukan lagi kota kenangan tapi kota genangan. Genangan air lazim dijumpai di setiap sudut kota hingga jalan protokol.
Persoalan genangan air ini menjadi isu sentral dari aksi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Gorontalo. Ratusan mahasiswa turun ke jalan. Mereka mendesak Pemerintah Kota Gorontalo segera mengatasi genangan air dan banjir sewaktu hujan.
Massa awalnya mengggelar aksi di depan Kantor Wali Kota Gorontalo di Jalan Nani Wartabone, Kelurahan, Biawao, Kecamatan Kota Selatan, Kamis (24/3/2022) siang.
Mereka kemudian bergerak menuju Kantor Dinas Pekerjaan Umum Permukiman Rakyat (PUPR). Demonstran menumpangi kendaraan pick up dan sepeda motor bergerak menuju Kantor PUPR pukul 14.30 Wita.
Baca juga: Massa HMI MInta Marten Taha Atasi Banjir di Kota Gorontalo
Dalam perjalanan menuju Kantor PUPR, para orator bergantian menyuarakan aspirasi. Massa menyoroti beberapa poin. Mulai genangan air, dampak genangan air bagi kesehatan masyarakat seperti penyakit Deman Berdarah Dengue hingga estetika kota.
"Gorontalo telah menjadi kota genangan. Ini membayakan. Menimbulkan penyakit DBD," ujar Zul Tias Hasan, sang orator.
Mahasiswa aksi kecewa, sebab ketika mendatangi kantor Wali Kota Gorontalo, Marten justru tidak berada di tempat. Padahal, menurutnya saat ini ibu kota itu sedang kesulitan melawan genangan.
Ratusan mahasiswa ini dipimpin oleh Ketua Umum HMI Cabang Gorontalo, Aris Setiawan. Aksi yang dijaga ketat polisi ini, terpantau bergerak menuju Kantor DPRD Kota Gorontalo menuju Jalan Panjaitan.
Pantauan TribunGorontalo.com, aksi massa berjalan lancar. Mereka tertib berlalu lintas, tidak mengganggu pengguna jalan lain. (*)