Tanggapi Pawang Hujan, Guswanto: Tidak Bisa Campuradukkan Kearifan Lokal dan Sains

Bidang Meteorologi BMKG Guswanto menjelaskan, pawang hujan itu merupakan bagian dari kearifan lokal yang ada di masyatakat.

Editor: Fajri A. Kidjab
Kompas.com
Aksi pawang hujan di MotoGP Mandalika 

TRIBUNGORONTALO.COM - Aksi pawang hujan MotoGP Mandalika Rara Istiani Wulandari sempat disinggung dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi V DPR RI dengan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati, bertempat di kompleks parlemen, Senin (21/3/2022).

Bidang Meteorologi BMKG Guswanto menjelaskan, pawang hujan itu merupakan bagian dari kearifan lokal yang ada di masyatakat. Sehingga, secara saintis itu sulit untuk dijelaskan.

"Namun untuk BMKG sendiri sebenarnya memiliki perkiraan sendiri. Kalau kita lihat, fenomenanya kemarin sejak 3 hari yang lalu (17-19/3/2022) sudah diprakirakan BMKG, bahwa di Mandalika itu akan terjadi hujan dengan intensitas ringan sampai lebat," ungkap Guswanto.

Kemudian tanggal 20 Maret 2022 diperkirakan hujan lebat disertai badai petir.

"Mengapa prakiraannya itu? Karena pada waktu itu terjadi bibit sikontropis 93f yang dampaknya itu memberikan potensi pertumbuhan awan hujan di Mandalika," tambahnya.

Menurut Alumni AMG tahun 1996 ini, hujan tetap turun di Mandalika.

"Dan buktinya, kan dari awal pawang itu sudah bekerja, tapi kan enggak berenti juga (hujannya)," ucapnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa waktu hujan berhenti sudah diperkirakan BMKG  sebelumnya.

Sehingga, tak ada kaitannya dengan aksi pawang hujan.

"Jadi sebenarnya kemarin waktu berhentinya itu, bukan karena pawang hujan. Karena durasi waktunya sudah selesai," tandasnya.

Kalau dilihat dari prakiraan lengkap di tanggal itu memang hujan selesai pada jam itu.

Kira-kira jam 16.15 WITA, kata dia, hujan itu sudah selesai. Hujan rintik-rintik bisa dilakukan balapan, kalau diliat dari prakiraan nasional analisis dampak yang dimiliki BMKG.

"Sebenarnya kalau cerita tentang pawang hujan itu adalah kearifan lokal yang mereka miliki, dan itu tidak bisa dicampuradukan dengan antara sains dan kearifan lokal," jelasnya. (*)

 

 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul , https://www.tribunnews.com/motogp-mandalika/2022/03/22/soal-aksi-pawang-hujan-di-mandalika-bmkg-beri-penjelasan-soal-hujan-di-balapan-motogp.

 

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved