Rusli-Marten Apresiasi Masyarakat Gorontalo Disiplin Prokes Jelang Tahun Baru

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menilai seluruh restoran, warung kopi atau warkop dan tempat aktivitas masyarakat.

Editor: lodie tombeg
Tribun Gorontalo/apris
CEK PROKES - Gubernur Gorontalo Rusli Habibie bersama Forkopimda terjun lapangan mengecak situasi Kota Gorontalo, Jumat (31/12/2021) malam. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menilai seluruh restoran, warung kopi atau warkop dan tempat aktivitas masyarakat di Kota Gorontalo sudah tertib dan patuh terhadap anjuran pemerintah soal protokol kesehatan Covid-19.

Rusli sampaikan pada di sela peninjauan situasi dan kondisi menjelang malam pergantian tahun 2022 bersama jajaran Forkopimda dan Pemerintah Kota Gorontalo, Jumat (31/12/2021).

Gubernur menyampaikan pemilik restoran maupun warkop sudah menyepakati imbauan pemerintah daerah, untuk menutup tempat usaha hingga pukul 22.00 Wita. “Saya juga sepakat dengan pak wali kota dan bupati untuk mematikan lampu penerangan di jalan agar memudahkan petugas melakukan patroli. Jadi, seluruh larangan atau anjuran pemerintah itu sudah didengar oleh masyarakat,” ungkap Rusli.

Baca juga: Korban Investasi Bodong Gorontalo Berkeluh Kesah ke Gubernur Rusli Habibie

Rusli juga mengungkapkan jika di setiap restoran di Kota Gorontalo telah menyediakan aplikasi Peduli Lindungi. Menurutnya, dengan aplikasi tersebut maka pemerintah dapat terbantu dalam melakukan pelacakan untuk menhentikan penyebaran Covid-19.

Cek Prokes Gorontalo
CEK PROKES - Wali Kota Gorontalo Marten Taha bersama Forkopimda menijau situasi Kota Gorontalo jelang Tahun Baru 2022.

“Namun, ada juga yang masih belum menggunakan aplikasi Peduli Lindungi, seperti di minimarket yang sempat saya tinjau. Saya berharap di tahun 2022 seluruh minimarket di kota dan kabupaten harus menggunakan aplikasi tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Gorontalo Marten Taha sangat bersyukur dengan kepatuhan dan ketaatan warganya dengan tidak berkerumun di lokasi-lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.

“Apalagi jajaran Forkopimda Provinsi Gorontalo memantau secara langsung, dan bahkan saya bawa mereka ke tempat-tempat yang rentan serta dianggap memiliki potensi terjadinya kerumunan, dan menurut Forkopimda, kami sudah bisa menekan kerumunan sebagai upaya dari pencegahan dari wabah Covid-19,” jelas Marten. (apris)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved