Pengetatan Prokes bagi Pelaku Perjalanan saat Libur Nataru

Liburan Natal 25 Desember 2021 dan Tahun Baru 1 Januari 2022 segera tiba. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan, pada momen libur Nataru.

Penulis: lodie tombeg | Editor: lodie tombeg
Tribun Gorontalo
TRANS SULAWESI — Suasana di Jalan Trans Sulawesi sekitar kawasan Isimu, Kabupaten Gorontalo, Jumat (17/12/2021). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta — Liburan Natal 25 Desember 2021 dan Tahun Baru 1 Januari 2022 segera tiba. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan, pada momen libur Nataru kali ini sebanyak 11 juta orang di seluruh Indonesia akan melakukan perjalanan.

Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati mengungkapkan, dari hasil survei Balai Penelitian Perhubungan setidaknya ada 7 persen atau 11 juta orang yang melakukan perjalanan dengan berbagai moda transportasi.

"Sementara itu, untuk di wilayah Jabodetabek, setidaknya ada 2,8 juta orang yang akan melakukan perjalanan selama libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022," kata Adita dalam konferensi pers, Senin (20/12/2021).

Adita juga menjelaskan, saat momen Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 tidak ada penyekatan yang dilakukan tetapi pengetatan protokol kesehatan di simpul transportasi.

Baca juga: WNI dari Nigeria Tercatat Kasus Pertama Omicron di Indonesia


"Selain itu, nantinya akan ada pembatasan penumpang selama momen Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 untuk setiap moda transportasi," ucap Adita.

Untuk transportasi darat, lanjut Adita, akan dibatasi kapasitas penumpangnya yaitu 75 persen dari kapasitas maksimal. Sementara untuk transportasi laut juga dibatasi 75 persen.

"Sementara itu untuk pesawat, tidak dibatasi untuk kapasitasnya masih 100 persen tetapi dengan pengecualian yaitu maskapai menyediakan tiga baris bangku untuk penumpang yang memiliki gejala sakit," kata Adita.

Selanjutnya untuk kapasitas Kereta Api jarak jauh dibatasi menjadi 80 persen, dan untuk kereta commuter dibatasi menjadi 45 persen selama Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

Kemudian untuk syarat perjalanan, penumpang moda transportasi baik umum dan pribadi wajib vaksin lengkap yaitu dua dosis dan melampirkan hasil test negatif antigen yang sampelnya diambil 1x24 jam.

Wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi, selanjutnya untuk penumpang dengan usia di bawah 12 tahun wajib melakukan tes PCR yang sampelnya diambil 3x34 jam. (Tribunnews)

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved