Kemenag Cabut Izin Operasional Pesantren Manarul Huda Antapani

Kementerian Agama bertindak tegas dengan mencabut izin operasional Pesantren Manarul Huda Antapani, Bandung karena pemimpinnya terlibat kasus.

Penulis: lodie tombeg | Editor: lodie tombeg
Tribunnews
HW, pria diduga pelaku asusila di Bandung. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo —
Kementerian Agama bertindak tegas dengan mencabut izin operasional Pesantren Manarul Huda Antapani, Bandung. Kebijakan diambil karena pemimpinnya yang berinisial HW diduga melakukan tindakan asusila terhadap sejumlah santri.

Selain itu, Pesantren Tahfidz Quran Almadani yang juga diasuh HW ditutup. Lembaga ini belum memiliki izin operasional dari Kemenag.

Dirjen Pendidikan Islam M Ali Ramdhani mengatakan, asusila adalah tindakan kriminal. Kemenag mendukung langkah hukum yang telah diambil kepolisian. Sebagai regulator, Kemenag memiliki kuasa administratif untuk membatasi ruang gerak lembaga yang melakukan pelanggaran berat seperti ini.

"Kita telah mengambil langkah administratif, mencabut izin operasional pesantren tersebut," kata Dirjen Pendis pada siaran pers di Jakarta, Jumat (10/12/2021).

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag, Waryono mengungkapkan, pihaknya sejak awal telah mengawal kasus ini, berkoordinasi dengan Polda Jawa Barat dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jawa Barat. Langkah pertama yang sudah diambil adalah menutup dan menghentikan kegiatan belajar mengajar di lembaga pesantren tersebut.

Kemenag langsung memulangkan seluruh santri ke daerah asal masing-masing dan membantu mereka mendapatkan sekolah lain untuk melanjutkan belajarnya. Dalam hal ini, Kemenag bersinergi dengan madrasah-madrasah di lingkup Ditjen Pendidikan Islam Kemenag.

HW (36) menjadi predator seksual, ia memperkosa 12 santriwatinya. Saat ini delapan orang hamil dan empat orang sudah melahirkan.

HW melalukan asusila terhadap anak didiknya mulai dari di hotel, di pesantren hingga di tempat publik.

Sebanyak 10 santriawati Ponpes Manarul Huda Antapani dan Madani Boarding School Cibiru korban ustaz HW diketahui hamil dan melahirkan.

Empat santriawati di antaranya ternyata telah dua kali hamil dan melahirkan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved