• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 22 Oktober 2014
Tribun Gorontalo

Tahun 2012, 863 Perempuan Gorontalo Ceraikan Suaminya

Kamis, 11 April 2013 19:56 WITA
Tahun 2012, 863 Perempuan Gorontalo Ceraikan Suaminya
internet
Ilustrasi

Laporan Wartawan Tribun Gorontalo Budi Susilo

TRIBUNGORONTALO.COM – Perempuan di Provinsi Gorontalo banyak yang mengajukan perceraian ketimbang dari pihak laki-laki. Perceraian di ajukan kebanyakan alasan tidak ada lagi hubungan yang harmonis.

Ini terungkap pada data perkara di Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Provinsi Gorontalo, pada tahun 2012 cerai gugat sebesar 863, lebih banyak ketimbang cerai talak sejumlah 330 yang diputus.

Ditemui, Humas PTA Provinsi Gorontalo, Nasikhin Abdul Manan (59), menuturkan, mereka yang berperkara lebih banyak perempuan mengajukan cerai terhadap suaminya.

“Banyak yang tidak harmonis lagi. Kebanyakan terjadi di Kota Gorontalo yang terkecil tingkat perceraian di Marisa,” ujarnya kepada tribungorontalo, Kamis (11/4/2013).

Ia menjelaskan, hubungan yang tidak harmonis disebabkan banyak faktor di antaranya kurang mendapat perhatian dari suami ditinggal pergi lama dua tahun lebih.

“Perempuan banyak yang ditinggal begitu saja, tanpa diberi kebutuhan hidup ekonomi, atau hubungan batin,” urai Manan.

Selain itu, faktor pendukung lainnya karena adanya pihak ketiga yang menghancurkan bahtera rumah tangga. “Si laki-lakinya dapat pasangan wanita baru, melupakan istri yang pertama,” kata Manan.

Karena itu, ia berharap kepada semua warga masyarakat, terutama generasi muda-mudi di Provinsi Gorontalo, untuk membangun bahtera rumah tangga seharusnya dipikirkan secara matang dan memiliki kesiapan yang baik dari sisi mental, ekonomi dan rohani.

“Tidak mudah membangun rumah tangga. Bukan asal nikah, tapi harus dipikir masa depan untuk dirinya dan anak keturunannya nanti,” tutur Manan. (*)
Penulis: taufiq
Editor: taufiq
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
5353 articles 40 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
berita POPULER
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas