Tribun Jatim
Pertanian Kabupaten Gorontalo Optimis Gapai Panen Maksimal
Rabu, 15 Agustus 2012 14:52 WITA
Share |
Laporan Wartawan Tribun Gorontalo Budi Susilo

GORONTALO,TRIBUN GORONTALO.COM-Panen musim tanam gadu di daerah Kabupaten Gorontalo diprediksi tahun ini akan berpeluang bagus perkembangannya, optimis meraih hasil panen yang maksimal.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Gorontalo, Zukri Harmain, menuturkan, musim tanam gadu atau juga disebut bercocok tanam di luar jadwal perbintangan akan membawa keberkahan bagi para petani.

"Hampir seluruh petani di wilayah Kecamatan se-Kabupaten Gorontalo yang memiliki areal persawahan memetik hasil produksi begitu memuaskan," ujarnya kepada tribungorontalo, Selasa (14/8/2012).

Berdasarkan hasil perhitungan Dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo, dimusim tanam gadu tahun ini, para petani dapat menikmati hasil kurang lebih 166.829 ton gabah kering atau 96.761 ton beras total capaian produksi atau lima ratus milyar lebih jika dirupiahkan.

"Kita hitung harga beras Rp 6 ribu, per kilogram maka ada uang beredar di Provinsi Gorontalo," ujarnya.

Menurutnya, kontribusi Kabupaten Gorontalo untuk sektor pertanian khususnya tanaman pangan sejumlah Rp.580.566 milyar," urai Zukri.

Ia menambahkan, bila tidak ada aral meintang, nantinya usai bulan Ramadan masih ada beberapa wilayah yang akan menyusul melakukan panen padi di Kabupaten Gorontalo, termasuk panen Jagung dan Hortikultura.

"Insya allah, alhamdulilah ini semua berkat pertolongan dari Allah SWT untuk petani dan masyarakat Kabupaten Gorontalo yang bertepatan melaksanaan Ibadah Puasa dan persiapan menjelang lebaran," tuturnya.

Capaian keberhasilan pertanian di Kabupaten Gorontalo kini mengalami peningkatan secara signifikan, indikatornya pun bisa dilihat adalah ramainya pasar tradisional, pasar modern dan pasar-pasar dadakan seperti halnya senggol.

"Meningkatnya produksi pertanian di daerah ini pun tentunya memberi kebahagiaan tersendiri," ungkapnya. (*)

Penulis : taufiq
Editor : taufiq

comments powered by Disqus